Bentor atau Bemor alias Becak Motor


Wisata Budaya OI - Sarana transportasi dewasa ini bukan hanya sebatas kendaraan-kendaraan taksi atau sejenisnya, tetapi perkembangan sarana transportasi sudah mencapai taraf yang cukup pesat. Jika di Jakarta dan kota-kota besar lainnya, kita mengenal bajaj, bemo, helicak dan lain-lain. Maka jika kita berkunjung di Kabupaten Ogan Ilir, hal yang pertama sekali akan kita lihat adalah sebuah kendaraan unik, motor yang mempunyai gandengan di sebelah kiri, atau orang Ogan Ilir menyebutnya dengan Bentor/Bemor.

Sekilas kendaraan transportasi bentor ini mirip dengan becak motor yang berada di Medan. Namun setelah dilihat-lihat ternyata bentor ini agak sedikit berbeda. Nah,, keberadaan bentor ini secara pasti mulai ada di kabupaten Ogan Ilir ini tahun 1998an, dimana pada saat itu kendaraan alternative lebih didominasi oleh becak.

Keberasaan bentor di Ogan Ilir saat ini sudah mempunyai wadah tersendiri yaitu Paguyuban Pengemudi Becak Motor yang dinaungi langsung oleh aparatur pemerintahan sebagai salah satu asset budaya di Ogan Ilir.

Selain kendaraan transportasi yang fleksibel, bentor juga dapat menjangkau lorong-lorong sempit, perumahan-perumahan yang tak dapat dijangkau oleh taksi atau angkot. Makanya masyarakat Kabupaten Ogan Ilir lebih banyak yang menggunakan jasa transportasi bentor ini. Disamping itu tarif ongkos bentor juga tergolong relative murah.

Tercatat sampai tahun 2013 ini berdasarkan data resmi dari pihak Paguyuban Pengemudi Becak Motor ini jumlah bentor di Ogan Ilir mencapai 500an yang tersebar di sejumlah daerah di Ogan Ilir. Dan jumlah ini akan terus bertambah. (Kopli)

Tags: