56 Ekor Ular Sanca Diamankan Polisi

Sebanyak 56 ekor ular sanca diamankan polisi dari mobil Panther BG 1069 LO milik Saini (45) warga Desa Tanjung Aur Kecamatan Jejawi.

Jurnal, Kayuagung - Sebanyak 56 ekor ular sanca diamankan polisi dari mobil Panther BG 1069 LO milik Saini (45) warga Desa Tanjung Aur Kecamatan Jejawi. Ular yang dikemas dalam karung tersebut tencananya akan dibawa ke Palembang untuk diperjualbelikan.

Informasi dari kepolisian menyebutkan, awalnya pihak kepolisian dipimpin Ipda Jailili SH mendapat inforamsi bahwa ada warga yang hendak menjual hewan yang dilindungi pemerintah yaitu, puluhan trenggiling. Ketika, dilakukan pencegatan setiap mobil yang melintas dari Jalan Lintas Timur (Jalintim) OKI, ternyata mobil yang dicurigai hanya membawa 33 karung putih yang berisikan ular sanca yang memiliki panjang bervariasi.

Kapolres OKI AKBP Erwin Rachmat SH melalui Kasat Reskrim AKP H Surachman SH didamping Ipda Jailili SH mengatakan, awalnya pihaknya mendapat informasi ada mobil yang membawa tergiling, sehingga pihaknya melakukan penghadangan terhadap mobil itu.

“Saat kita geledah ternayata kita temukan ada 33 karung yang berisi 56 ekor ular jenis sanca,” kata Surachman.

Selanjutnya pemilik ular sanca tersebut bersama barang-bukti (BB) langsung diamankan di Polres OKI. “Pengakuan tersangka barang itu dibeli dari pengepul ular di Desa Muara Baru, kemudian akan dijual lagi ke PD Budiman di 16 Ilir Palembang yang merupakan penadah ular-ular liar itu untuk dijual kembali,” ujar Surachman.

Pihak Polres tambah Surachman, akan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), untuk melepaskan kembali ular-ular tersebut ke habitatnya. “Tersangka telah melanggar peraturan pemerintah (PP) Nomor 08, tahun 1999 pasal 63-64, tentang perlindungan satwa liar,” tutur Surachman.

Disebutkan Ipda Jailili bahwa, ular yang dibawa tersebut, tanpa dilengkapi surat izin dari BKSDA. “Memang Saini membawa surat dari PD Budiman Palembang, tetapi setelah di cek ternyata PD tersebut belum mempunyai izin dari BKSDA. Walaupun dia punya surat pengantar dari PD, tetapi tidak dilengkapi surat dari BKSDA, sementara PD tersebut juga tidak ada izin dari BKSDA,” terang Jailili.

Sedangkan, tersangka Saini menyebutkan, dirinya membeli ular itu dari pengepul di Desa Muara Baru Kayuagung dengan Usman. “Saya beli Rp 100 ribu per meter, rencananya saya jual lagi seharga Rp 120 ribu per meter dengan Hasan pemilik PD Budiman di 16 Ilir Palembang, saya ada suratnya Pak dari PD Budiman,” kilah Saini seraya dirinya saat ini merasa dirugikan. (Sripo)
Tags: ,