Polisi Berhasil Bekuk Nopi Tersangka Perampok Paling Kejam

Tersangka Nopi meringis menahan rasa sakit karena kedua kakinya ditembus timah panas polisi.

Jurnal, Kayuagung - Sepandai-pandainya tupai meloncat akan jatuh jua, pepatah ini pas disandang Nopi (32) warga Desa Gunung Batu Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT). Lantaran tersangka ini kerap kali membuat polisi kebingungan untuk membekuknya karena terdaftar tersangka rampok yang paling kejam kepada korbannya.

Informasi dihimpun, Kamis (29/8/2013) tersangka ini salah satu dari tiga rekannya yang kerap melakukan aksi jarahan dan merampok kendaraan travel hingga harta tak tersisa. Bahkan tersangka ini nekat melakukan pembunuhan sekaligus. Dan akhirnya, tersangka berhasil diringkus jajaran Sat Reskrim Polres OKI.

Namun, kelincahan tersangka ini, nyaris membuat gagal Tim Kanit Pidum Ipda Johnni Martin SH untuk membekuknya, lantaran tersangka memang tergolong licin dan lincah menghindari kejaran polisi. Akhirnya, langkah tersangka Nopi, tak berkutik ketika kedua lututnya ditempus oleh peluru panas polisi hingga tersungkur.

Tersangka, ditangkap di kontrakannya di Cakande Serang Banten, Rabu (28/8/2013) malam, saat ditangkap tersangka sempat melakukan perlawanan. Dan akhirnya peluruh polisi menembus dibagian kedua betisnya hingga tak berdaya. “Tersangka ini ketika hendak ditangkap berusaha kabur dan melawan. Sebab itu, kedua kakinya harus dilumpuhkan,” kata Kapolres OKI AKBP Erwin Rachmat SH melalui Kasat Reskrim AKP H Surachman SH didampingi Kanit Pidum Ipda Johni Martin SH.

Diceritakan Surachman, bahwa tersangka bersama dua temannya sudah lebih dari lima kali melakukan aksi perampokan terhadap sopir travel, dengan modus menyuruh teman wanitanya berpura-pura menyewa travel tersebut, setelah ditengah jalan para tersangka masuk ikut menumpang dan menyekap sopirnya.

“Sopir di ikat dan mulutnya di tutup lakban, sementara korban yang melawan langsung di bunuh dan mayatnya di buang ke Sungai Komering, sementara mobilnya di bawa kabur dan langsung di jual kepada pendahnya,” jelas Surchman.

Untuk itu, dijelaskan AKP Surachman, salah satu korbannya adalah Somari (54) warga Mariana Kabupaten Banyuasin, merupakan sopir truk yang mayatnya di buang dalam keadaan kepala ditutup lakban, kaki dan tangannya diikat sementara perutnya terdapat luka tusuk sajam. “Mayat korban ditemukan mengapung di Aliran Sungai Komering Desa Benawa Kecamatan Teluk Gelam OKI, Kamis (4/4) lalu, sementara truknya di bawa kabur,” tutur Surachman. (Sripo)
Tags: ,