Intelijen AS Sadap Pemimpin Dunia Tanpa Persetujuan Obama

Barack Obama dan Angela Merkel (Foto: AP)
Jurnal, Washington - Presiden Barack Obama mengisyaratkan aksi penyadapan terhadap pemimpin negara sekutu Amerika Serikat (AS) dilakukan tanpa persetujuannya. Obama berjanji akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap aktivitas intelijen AS.

“Gedung Putih memberi arahan umum kepada pihak intelijen, namun kapasitas mereka terus berkembang seiring waktu,” ujar Obama, seperti dikutip Al Jazeera, Selasa (29/10/2013).

Salah satu lembaga intelijen AS, National Security Agency (NSA), terungkap menyadap telefon milik Kanselir Jerman Angela Merkel. Kabar tentang aksi penyadapan membuat Merkel berang. Dia langsung menghubungi Obama untuk melayangkan protes.

Selain Merkel, NSA juga menyadap mantan Presiden Meksiko Felipe Calderon dan Presiden Brasil Dilma Rouseff. NSA juga melakukan penyadapan massal terhadap jutaan warga di kawasan Eropa, Amerika Latin, Asia, termasuk Indonesia..

NSA merupakan lembaga yang bertanggung jawab atas operasi intelijen komunikasi AS. Sepak terjang NSA di dunia intelijen dibocorkan Edward Snowden yang kini hidup dalam suaka Rusia. Snowden memang sempat bekerja di NSA dan beberapa lembaga intelijen AS lainnya.

Aksi Snowden dimulai pada Mei 2013. Snowden saat itu membongkar aksi penyadapan NSA terhadap warga AS melalui program bernama Prism. (okezone)
Tags: ,