Tahun Depan, Pemkab Ogan Ilir Lunasi Tunggakan Dana Jamsoskes

Puluhan pasien Jamsoskes kebingungan setibanya di RS Muhammadiyah Palembang karena rujukan mereka ditolak, Senin (7/10/2013). Menurut humas yang memberikan penjelasan kepada setiap pasien, mulai Senin (7/10/2013) RS Muhammadiyah tidak lagi melayani pasien dari Jamsoskes
Jurnal, Indralaya - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Ogan Ilir mencatat tunggakan biaya pengobatan gratis melalui program jaminan sosial kesehatan Sumsel Semesta (Jamsoskes) dari tahun 2010-2012 sebesar Rp4 Miliar segera direalisasikan pembayarannya di tahun 2014
mendatang.

Tunggakan Jamsoskes tersebut menyebar di setiap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe C yang ada di Sumsel di antaranya RSUD Kayuagung, RSUD Prabumulih, RSUD Baturaja, RS Siti Khodijah, RS Muhammadiyah dan lainnya.

“Memang benar besaran tunggakan di setiap rumah sakit di Sumsel mencapai Rp4 miliar yang terekapitulasi sejak tahun 2010. Semua tunggakan itu merupakan klaim dari warga Ogan Ilir yang mendapatkan perawatan di RS di
Sumsel yang menggunakan layanan jamsoskes,” kata Kepala Dinas Kesehatan Ogan Ilir, H Kosasi, Rabu (9/10/2013).

Menurutnya tidak menutup kemungkinan jumlah tunggakan jamsoskes tersebut bertambah lagi hingga di akhir tahun 2013 ini.

Sebenarnya tunggakan Jamsoskes akan dibayarkan tahun ini
juga dengan menggunakan APBD perubahan. Namun lantaran terlambat masuk dalam anggaran sehingga tunggakan tersebut akan dibayarkan pada tahun 2014 mendatang dengan menggunakan APBD induk.

“Kami sudah konsultasi dengan Bagian Keuangan dan Asisten II Setda Ogan Ilir. Rupanya terlambat dimasukkan ke dalam APBD Perubahan tahun 2013. Makanya pembayaran klaim itu akan dilunasi tahun depan,” terangnya.

Menurutnya keterlambatan pembayaran di sejumlah RS tersebut bukan tanpa sebab. Pasalnya banyak RS tipe C terlambat mengajukan tagihannya ke Dinkes Ogan Ilir.

Akibatnya saat hendak mencairkan terkendala dengan berakhirnya masa anggaran."Jadi otomatis terhutang di sejumlah rumah sakit. Ini tidak bisa dihindari dan solusinya harus menunggu di tahun 2014,” ungkapnya. (sripo)
Tags: ,