Dinas Pertanian OKI Antisipasi Serangan Hama Tikus

Kepala Dinas Pertanian Ir H Asmar Wijaya MSi menyaksikan para petani berhasil menangkap hama tikus

Jurnal, Kayuagung - Dinas Pertanian Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berupaya untuk memerangi adanya serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang terjadi pada budidaya tanaman pangan maupun tanaman hortikultura.

Seperti hama tikus yang selalu ditemukan serangannya hampir pada setiap musim tanam di semua jenis lahan seperti lahan irigasi, lahan tadah hujan, lahan lebak, dan lahan pasang surut.

Koordinator Pengamat Hama Penyakit (PHP) OKI, Kartono, Kamis (21/11/2013) mengatakan, pada musim tanam dari April–September 2012 telah ditemukan serangan hama tikus pada tanaman padi seluas 582,5 hektare yang tersebar di sembilan kecamatan dalam wilayah Bumi Bende Seguguk.

Mengingat luasnya serangan hama tersebut dan dalam rangka pengamanan produksi untuk mendukung swasembada pangan nasional, khususnya di Provinsi Sumatera Selatan dan lebih khusus lagi di Kabupaten Ogan Komering Ilir, dalam hal ini melalui Dinas Pertanian Kabupaten Ogan Komering Ilir telah berupaya untuk mengendalikan hama tikus tersebut dengan menerapkan konsep Pengendalian Hama Terpadu ( PHT ) yaitu, memadukan berbagai cara pengendalian yang kompatibel sehingga efektif dan efisien dalam mengendalikan hama tikus.

Plh Bupati Ir H Ruslan Bahri MT melalui Kepala Dinas Pertanian Ir H Asmar Wijaya Msi didampingi Kabid Bina Produksi Tanaman Pangan Ir Irawan Zulkarnain mengatakan, pengendalian hama ini merupakan kewajiban bagi para petani untuk melaksanakan secara rutin setiap musim tanam dan dengan diadakannya gerakan pengendalian OPT ini diharapkan hasil produksi pertanian dapat lebih oftimal.

Demikian, Tahun Anggaran 2013 Dinas Pertanian Kabupaten Ogan Komering Ilir melaksanakan kegiatan yang disebut dengan Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman.

Kegiatan ini dilaksanakan di lokasi-lokasi endemis serangan hama tikus dengan melibatkan masyarakat luas, khususnya masyarakat tani atau kelompok tani, dinas instansi terkait, serta aparat pemerintahan desa setempat.

Salah satu lokasi kegiatan tersebut dan dimulai dari Desa Sindang Sari Kecamatan Lempuing yang dilaksanakan pada, Kamis 31 Oktober 2013 dan akan diteruskan ke desa-desa lain di sekitarnya.

Berdasarkan laporan dari lapangan jumlah tikus yang didapat dari 5 desa dalam Kecamatan Lempuing sampai saat ini sebanyak 6.169 ekor tikus yang berhasil dimusnahkan.

Kegiatan pengendalian OPT terutama tikus tersebut dilaksanakan setiap tahunnya menjelang memasuki musim tanam rendengan dan musim tanam gaduh dan diharapkan melalui kegiatan ini petani memiliki kesadaran untuk secara bersama dan bergotong royong melakukan pengendalian OPT setiap tahunnya dengan difasilitasi oleh pemerintah sehingga kehilangan hasil dapat ditekan dan produksi yang dihasilkan dapat meningkat. (sripo)
Tags: ,