Pendapatan Pajak Kendaraan di OI Meningkat

Ilustrasi

Jurnal, Kayuagung - UPTD Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Sumatera Selatan (SUMSEL) Kabupaten Ogan Ilir (OI), mencatat dari tahun ke tahun total pendapatan pajak terus mengalami peningkatan.

Terhitung hingga Oktober 2013 pendapatan pajak kendaraan baik roda dua maupun roda empat di Kabupaten OI mencapai 81 persen yakni, senilai tembus angka Rp 25,666,501 417 dari target yang ditentukan sebelumnya yakni Rp 31,763,688.

Kepala UPTD Dispenda Pemprov Sumsel Kabupaten OI, Erdian Syahri mengatakan, hingga saat total jumlah penunggak pajak mencapai Rp 2.7 Milyar. Namun, ia tetap merasa optimis dari target yang ditentukan sebelumnya, hingga akhir tahun mendatang akan tercapai 100 persen.

"Ya sekurangnya 95 persen, biasanya ada penyebab halangan tidak tercapainya target," ungkap KaUPTD Pemprov Sumsel Kab OI.
Ia menyatakan, yang menjadi penyebab halanagan tidak tercapainya target tersebut meliputi tidak adanya dana dari masyarakat karena minimnya pendapatan, kurangnya kesadaran akan pentingnya dalam membayar pajak guna pembangunan daerah, kelalaian, selain itu banyak kendaraan yang masih dalam keadaan kredit lantaran tidak terbayar dikembalikan ke pihak leasing namun, pajaknya masih tercatat disini, padahal harus dilaporkan.

Disebutkannya, jumlah penunggak pajak kendaraan mencapai 80 persen didominasi kendaraan pribadi sisanya perusahaan. Bahkan ia sudah menyurati 3 penunggak pajak besar seperti Indra Kusuma warga Dusun 2 RT 5 Kelurahan Sungai Buaya Kecamatan Pemulutan mencapai Rp. 52,5 juta berupa penunggakan pajak truk jenis Dyna Rhino, kemudian, Fitriyani warga Jalan Sayid Hakdun No 19 Kecamatan Tanjung batu Rp. 21,3 juta berupa mobil Honda Jazz, PT Ligasin pajak Truk Hino di Jalan Raya Prabu Palemraya mencapai angka senilai Rp. 41,2 juta.

"Kita sudah menyurati ke pembayar pajaknya, bahkan melibatkan Kepala Desa (Kades) dan meminta bantuan Bupati untuk mengingatkan masyarakat. Kita himbau kepada masyarakat agar taat membayar pajak kendaraan tepat waktu ke Samsat OI, karena tujuan akhirnya untuk kesejahteraan masyarakat.

Kalau Samsat kan sifatnya satu atap jadi disini ada pajak dispenda, polisi, bank, jasa raharja," katanya. Ketika ditanya mengenai target, Erdian Syahri menuturkan, di Tahun 2014 tercatat Rp. 39 Milyar, sebelumnya tahun 2013 Rp. 31,7 Miliar dan tahun 2012 Rp. 31 Milyar. (sripo)
Tags: ,