Sambut Tahun Baru, FUI Ramalkan Jakarta Diterjang Banjir Besar

Ilustrasi

Jurnal, Jakarta - Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI), Muhammad Al-Khaththat, meramalkan DKI Jakarta bakal diterjang banjir bandang pada 16 hari setelah tahun baru Masehi 2014. Banjir besar itu terjadi karena Pemprov DKI menyambut tahun baru dengan menggelar perayaan yang disebutnya sebagai kemaksiatan besar-besaran.

"Dengan ini kami memberikan peringatan (tazkirah) kepada saudara sekalian bahwa banjir besar terjadi 16 hari setelah Anda membuat pertunjukan kemaksiatan besar-besaran di malam tahun baru di 16 titik di jalan Thamrin," kata Al-khaththat dalam siaran pers kepada Okezone, Rabu (1/1/2014).

Banjir bandang yang diramalkan Al-Khaththat terjadi pada 17 Januari 2014. Menurut Al-Khaththat, banjir yang menerjang Jakarta belum pernah terjadi sebelum-sebelumnya. "Banjir sebesar itu hingga masuk ke dalam Istana Presiden dan Kantor Gubernur," ujar Al-Khaththat.

Sebagai orang beriman, kata Al-Khaththat, banjir tersebut adalah teguran dan hukuman Allah agar kita kembali kepadaNya dan meninggalkan kemaksiatan. "Allah berfirman, 'telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)',” ungkap Al-Khaththat mengutip Al Quran Surat Ar-Ruum ayat 41.

Menurut Al-Khaththat, penyambutan tahun baru itu pada hakikatnya adalah penyembahan kepada Dewa Janus, yakni dewa bangsa Romawi. "Merupakan perayaan kemusyrikan. Yang jelas menyimpang dari ajaran Allah Yang Maha Kuasa, Tuhan Yang Maha Esa," tegasnya.

Tidak lupa pula Al-Khaththat menyerukan agar masyarakat dan Pemprov Jakarta kembali kepada ajaran Allah berdasarkan Al-Quran dan Hadis. "Semoga Allah memberikan hidayah kepada Anda sekalian," tutupnya. (okezone)
Tags: ,