Pemilu di Thailand Disepakati 2 Februari

Demonstran tuntut Yingluck segera mundur. (Foto: Telegraph)     
Jurnal, Bangkok - Perdana Menteri (PM) Thailand telah mengonfirmasi pemilihan umum (pemilu) di Negeri Gajah Putih itu akan diselenggarakan pada 2 Februari 2014.

Hal tersebut bersumber dari partai milik PM Thailand itu usai pertemuan, di mana otoritas yang menggelar pemilu telah mengusulkan adanya penundaan karena kerusuhan di ibu kota.

"Dalam pertemuan hari ini, perdana menteri dan KPU sepakat untuk melanjutkan pemilihan umum pada 2 Februari tanpa penundaan," tukas pihak penasehat hukum berkuasa yang menghadiri pertemuan itu, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (28/1/2014).

Sumber yang menolak disebutkan namanya itu menambahkan, Perdana Menteri Yingluck Shinawatra telah disebut mencoba untuk mengakhiri protes di ibu kota yang bertujuan untuk menggulingkan dia. Para pengunjuk rasa juga menolak adanya pemilu dan mencegah voting di beberapa bagian di Bangkok dan selatan Thailand pada Minggu, 26 Januari 2014.

Sebelumnya, Komisaris Pemilu Somchai Srisutthiyakorn mengatakan bahwa pemilu harus dibatalkan karena berpotensi terjadinya kekerasan menjelang pemungutan suara.

Pekan lalu, Mahkamah Konstitusi memutuskan pemilihan parlemen dapat secara legal ditunda. Namun kekuatan untuk melaksanakannya ada pada PM yang berkonsultasi dengan kepala Komisi Pemilihan Umum.

Namun demikian, Pemerintah Thailand menegaskan untuk sementara waktu tidak ada perubahan tanggal dihelatnya pemilu tersebut. Ratusan pendukung antipemerintah telah mengepung Perdana Menteri Yingluck yang dijadwalkan bertemu Komisi Pemilihan Umum secara resmi. (okezone)

Tags: ,