OKI Jadi Kawasan Strategis Sumatera Selatan

 
Bupati OKI Iskandar SE didampingi Wakil Bupati M Rifai SE dan jajaran di Pemerintah Kabupaten OKI meninjau kawasan kota terpadu mandiri (KTM)
 
Jurnal, Kayuagung - Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) diharapkan akan menjadi kawasan strategis di Sumatera Selatan. Hal ini seiring dengan disosialisasikannya Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten OKI Nomor 9 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kabupaten OKI 2013-2033 oleh Wakil Bupati OKI M Rifai SE di ruang Bende Seguguk II, Rabu, (12/2/2014).

“Perda tata ruang ini sangat perlu kita sosialisasikan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir agar masyarakat dapat memahami peraturan daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah dalam rangka mewujudkan ruang wilayah yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan,” kata Wakil Bupati OKI Rifai.

Untuk pengembangan kawasan strategis Kabupaten OKI dibagi menjadi tiga kawasan yakni, kawasan Ekonomi, Sumber daya lingkungan dan Sosial Budaya. “Kawasan itu akan menjadi andalan masyarakat OKI kedepannya,” ungkap Rifai.

Dari sudut pengembangan ekonomi, kebijakan tata ruang Kabupaten Ogan Komering Ilir kedepan akan dikembangkan menjadi empat kawasan seperti, kawasan penyangga Kota Palembang yang meliputi Kecamatan Jejawi, Sirah Pulau Padang, Kayuagung dan Kecamatan Pampangan.

“Kawasan Minopolitan terdiri dari kawasan Minopolitan sungai dengan pusat pelayanan di Desa Muara Batun Kecamatan Jejawi, kawasan minopolitan pesisir dengan pusat pelayanan di Desa Sungai Lumpur Kecamatan Cengal,” sebut Rifai.

Untuk itu, ungkap Rifai, kawasan Agropolitan meliputi kecamatan Lempuing, Lempuing Jaya, Mesuji, Mesuji Raya, Mesuji Makmur, sebagai Kecamatan Pedamaran dan Pedamaran Timur, Tanjung Lubuk dan Kecamatan Teluk Gelam dan pusat pelayanan di Desa Tugu Mulyo.

Untuk kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM) yaitu, Kawasan KTM Sungai Menang, meliputi Desa Gajah Mati, Gajah Mukti, Srigading, Gajak Makmur, Gading Jaya dan Desa Gading Mas dengan pusat pelayanan Desa Gajah Makmur dan Kawasan KTM Tulung Selapan dengan pusat pelayanan di Desa Rantau Lurus.

“Kawasan strategis dinilai dari sudut kepentingan fungsi dan daya dukung lingkungan hidup hutan mangrove pantai timur dan kawasan plasma Nutfa Kerbau Rawa Pampangan

Kawasan Sosial Budaya kawasan Cagar Budaya Kota Lama Kayuagung,” tandasnya. (sripo)
Tags: ,