Alex Noerdin: Pemekaran Pantai Timur Harga Mati

Gubernur Sumsel, H. Alex Noerdin


Jurnal, Kayuagung - Pemekaran Pantai Timur menjadi kabupaten baru di Sumatera Selatan (Sumsel) dengan memisahkan diri dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sudah harga mati dan harus segera dimekarkan, Kamis (3/4/2014).

“Saya terus akan memperjuangkannya dan harus mekar bersamaan dengan Kabupaten Kikim Area pemekaran dari Kabupaten Lahat,” kata Gubernur Sumsel H Alex Noerdin setelah menjadi juru kampanye (jurkam) Partai Golkar, di gedung olahraga Sepucuk Kelurahan Kedaton Kecamatan Kayuagung.

Untuk itu dikatakan Alex, pemekaran Pantai Timur sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi karena sudah puluhan tahun diperjuangkan baik itu melibatkan tokoh masyarakat OKI, mantan Bupati OKI Ir H Ishak Mekki MM yang kini menjabat sebagai Wakil Gubernur Sumsel, dan itu juga sudah disahkan melalui rapat paripurna anggota DPRD OKI maupun DPRD Provinsi Sumsel yang tidak mungkin akan kita batalkan hasil rapat paripurna tersebut.

Lebih lagi menurut Alex, pemekaran Pantai Timur sudah sangat wajar sekali, karena Kabupaten OKI wilayahnya cukup luas, apalagi tim dari pusat dan lainnya sudah turun menyatakan bahwa Pantai Timur sudah layak di mekarkan bersamaan dengan Kikim Area. Berkas Kikim Area sudah ditandatangani Bupati Lahat untuk diteruskan ke Pusat.

“Untuk pemekaran Pantai Timur sebagai kabupaten, hingga kini masih belum ditandatangani Bupati OKI Iskandar SE,” ungkap Alex seraya menyayangkan hal tersebut.

Sebelumnya, Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Drs Teguh Nugroho MSi menyatakan, kawasan Pantai Timur Kabupaten OKI, dinilai layak dan siap dimekarkan. Keputusan ini merupakan hasil kajian bekerja sama dengan Pemkab OKI sebelumnya.

“Dari berbagai penilaian di lapangan yang selama ini dilakukan, calon Kabupaten Pantai Timur direkomendasikan untuk menjadi kabupaten baru dengan kategori mampu dan OKI sebagai calon Kabupaten Induk, juga dinilai mampu dan direkomendasikan untuk tetap menjadi kabupaten meskipun kehilangan 5 kecamatan yang akan menjadi kabupaten baru,” ungkapnya.

Terpisah, Bupati OKI Iskandar SE saat itu mengatakan, pemekaran Pantai Timur akan dikaji ulang lagi. “Bukan saya tidak menginginkan pemekaran Pantai Timur, tetapi memang saya belum mempelajari sepenuhnya, terkait rencana pemekaran itu, karena saya baru menjabat Januari 2014,” kata Iskandar saat itu.

Dikatakan Iskandar, pihaknya perlu memepelajari rencana pemekaran Pantai Timur itu, mengingat saat ini infrastruktur wilayah perairan itu dianggap belum memadai untuk menjadi kabupaten sendiri. “Kalau memang dimekarkan, pasti dalam beberapa tahun pertama tetap menginduk ke Kabupaten OKI, sehingga kami sebagai kepala daerah bertanggung jawab, berhasil atau tidak pemekaran itu,” jelasnya.

Demikian tugas Iskandar, ada beberapa faktor Infrastruktur perlu dikaji ulang, karena 5 kecamatan yang akan memisahkan diri itu didominasi oleh perairan, sementara rencana ibu kotanya akan dipusatkan di Tulung Selapan. “Warga Kecamatan Sungai Menang terutama dari Desa Gajah Mati, Desa Sungai Sibur, Desa Sungai Ceper dan lainnya, mereka akan tambah jauh ke Tulung Selapan, tetap akan memutar dulu ke Kayuagung, begitu juga Kecamatan Air Sugihan sebagai tetap harus lewat Palembang dan beberpa wilayah lainya, ini yang perlu kita pelajari lagi,” jelasnya.

Sedangkan putra Pantai Timur yang juga mejabat sebagai anggota DPRD OKI Abdiyanto H Fikri SH mengatakan, satu-satunya cara untuk memeprcepat pembangunan wilayah pesisir pantai harus dimekarkan menjadi kabupaten baru.

“Rencana pemakaran inikan sudah puluhan tahun, dan melalui pembahasan yang matang, sehingga bupati tidak perlu di kaji ulang lagi, saya pikir rencana pemekaran tidak bisa di tunda karena sekarang sudah masuk dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) ,” katanya.

Saat ini seharusnya yang harus dilakukan Bupati yakni mendukung pemekaran pantai timur segera, tinggal lagi sekarang ini kemapuan pemerintah. “Kalau bupati tidak mendukung tentunya balik nol lagi perjuangan pemuda dan masyarakat pantai timur yang selama ini gigih memperjuangkan pemekaran demi kemajuan masyarakat banyak, seharusnya jangan dilihat di sisi politik, dan jangan dilihat dari sisi kelompok dan golongan, karena sudah selayaknya pantai timur ini mekar,” tegasnya. (sripo)
Tags: ,