JCH Asal Ogan Ilir Terdaftar Hanya 113 Orang

Ilustrasi

Jurnal, Indralaya - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ogan Ilir (OI), memastikan pada tahun 2014 ini Jamaah Calon Haji (JCH) yang berasal dari Kabupaten OI sebanyak 113 orang terdiri dari 45 jamaah laki-laki dan 68 jamaah perempuan.

Dari 113 JCH itu, usia tertua 80 tahun atas nama Ahmad Bin Hasan, warga Desa Limbang Jaya Kecamatan Tanjung Batu. Sedangkan, jamaah termuda yaitu Rukiyah Binti M Zaky (32) warga Desa Serijabo Kecamatan Sungai Pinang.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag OI, Edi Prasetya, Senin (19/5) menyebutkan jumlah jamaah asal OI pada tahun 2014 tersebut adalah resmi berangkat haji melalui jalur biro perjalanan legal. Mengingat, pada tahun 2012-2013 lalu ratusan warga Kabupaten OI batal berangkat haji padahal mereka sudah mendaftar sekaligus telah menyetorkan sejumlah dana keberangkatan haji melalui salah satu biro perjalanan haji yang berlokasi di Kecamatan Indralaya Kabupaten OI.

Namun, dijelaskan oleh Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemanag OI tersebut, di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) saat ini hanya ada 3 biro resmi yang memberangkatkan JCH yakni Biro Amnajah, HMI dan Fakem.

“Diluar dari itu, semuanya illegal. Di Kabupaten sendiri tidak ada biro perjalanan haji yan terdaftar,” tukas Edi Prasetya.

Ia menyatakan, angka 113 jamaah yang sudah terdaftar di Kemenag OI sejak 19-25 Mei. Para jamaah haji ini, dilakukan pemeriksaan atau tes kesehatan di masing-masing Puskesmas yang tersebar di16 Kecamatan dalam lingkungan Kabupaten OI. Kemudian, setelah itu tahapan selanjutnya memasuki proses manasik haji selama tiga hari di Kabupaten OI. Dan selama tujuh hari di masing-masing Kecamatan.

Pada tahun ini, jumlah jamaah haji asal Kabupaten OI tergolong meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya 92 jamaah.

“Namun, khusus jumlah peserta umrah kita belum tahu. Karena, di Kabupaten OI saat ini belum memiliki Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH),” jelasnya.

Ketika disinggung mengenai, adanya ratusan warga OI yang batal berangkat haji melalui salah satu biro perjalanan haji yang ada di Indralaya? Menurut Edi Prasetya, pihaknya tidak bisa memberikan komentar. Lantaran, lanjutnya, ia hanya berpatokan pada tiga biro perjalanan haji resmi yang ada di Sumsel yakni Amnajah, HMI, dan Fakem.

“Di luar dari itu semuanya illegal. Kita juga menghimbau kepada warga khususnya warga yang berada di Kabupaten OI kedepannya agar lebih berhati-hati untuk mendaftar haji. Alangkah lebih baik sebelum berangkat, konsultasikan ke Kementerian Agama,” imbaunya. (sripo)
Tags: ,