Petugas Harus Datangi Rumah Warga Untuk Pemutakhiran Data Pilpres

Ketua Panwaslu Kabupaten OKI, Fahruddin, S.H.


Jurnal, Kayuagung - Pemutakhiran data pemilih untuk pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 harus dilakukan dengan cermat. Artinya, petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) secara faktual harus mengunjungi rumah pemilih.

“Pencermatan harus lebih detail," kata Ketua Panwaslu Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Fahruddin SH Selasa (20/5/2014).

Hal itu harus dilakukan untuk memastikan nama yang ada dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD 2014, akan dijadikan sebagai daftar pemilih sementara (DPS) Pemilu Presiden dan Wakil Presiden RI.

"DPT Pileg akan dijadikan sebagai DPS Pilpres sehingga perlu faktualisasi di lapangan. Jangan seperti saat pemutakhiran data pemilih pada pemilu anggota legislatif, banyak yang kami soroti," tegasnya.

Saat itu, pemutakhiran data pemilih untuk pileg, banyak PPDP yang tidak mendatangi secara langsung rumah-rumah pemilih.

"Artinya, banyak data pemilih yang langsung dimasukkan tanpa adanya faktualisasi di lapangan. Apalagi, pergerakan masyarakat sangat tinggi sehingga harus lebih dicermati lagi," katanya.

Ia menambahkan tanggal 18 yang lalu, panwaslu sudah memberikan surat edaran kepada seluruh PPS yang ada di desa di Kabupaten OKI, Bahwasanya pemutakhiran data pemilih harus di kroscek sebab pada pileg kemarin banyak DPT yang salah, untuk itu diharapakan pada Pilpres yang akan datang DPT dapat berlangsung dengan Baik.

"Pemutakhir data pemilih harus kroscek ulang, apalagi pileg kemarin banyak DPT yang tidak benar. Untuk itu, harus diteliti melalui kecamatan," tandasnya. (sripo)
Tags: ,