Tanjung Laut (kecamatan Tanjung Batu, kabupaten Ogan Ilir, Sumatera selatan)

Kerajinan Pande Besi
Tanjung Laut merupakan sebuah desa yang terletak di Kecamatan Tanjung Batu: Kabupaten Ogan Ilir: Sumatera Selatan. Sebuah desa terpencil yang cukup menarik untuk dijadikan bahan pembicaraan. Desa ini berbatasan dengan desa Meranjat disebelah timur, desa Limbang jaya disebelah barat, desa Tanjung dayang disebelah Selatan dan disebelah Utara terdapat hektaran kebun tebu.
Dari beberapa cerita yang pernah saya baca di buku maupun internet mengenai sejarah desa-desa di Ogan Ilir, saya belum menemukan sedikitpun cerita tentang desa ini. Namun jika dihubungkan dengan cerita-cerita dari petuah desa Tanjung laut ini cukup masuk akal, maksud saya dari cerita yang mengatakan bahwa Tanjung Laut tidak berasal dari suku manapun yang ada di Ogan Ilir, melainkan bahwa Tanjung laut merupakan desa yang baru muncul di Ogan ilir. Pernyataan ini didukung oleh cerita petuah desa Tanjung laut yang mengatakan bahwa desa ini merupakan desa yang baru muncul. Konon, sebuah kapal yang sedang berlayar menepi disebuah pulau yang terdapat di Ogan Ilir. Pulau ini kemudian dijadikan tempat pemukiman, yang sekarang menjadi desa Tanjung Laut. Mengenai alasan mengapa mereka bermukim disini tidak dapat diketahui, kemungkinan kehabisan bahan bakar ataupun alasan lain.
Pada tahun 90’an, desa ini memiliki tempat wisata yang cukup terkenal dizamannya. Menurut cerita, Ona Sutra yang merupakan penyanyi dangdut asal Sumatera ini pernah melantunkan suaranya disini. Tempat wisata ini lebih akrab disebut Taman/Taman Tanjung Laut. Disini saya dapat menyimpulkan bahwa Taman ini pada era 90’an cukup populer didaerah Ogan Ilir minimal. Namun sangat disayangkan Taman ini sudah tidak dirawat lagi, dan sekarang sedikitpun tidak menarik perhatian, kecuali bagi Pasangan-pasangan yang sedang mencari tempat untuk menggoreng telor. :D
Sebenarnya tempat ini sangat menarik jika masih ingin dijadikan tempat wisata, suasananya masih sangat alami dan strategis jika dilihat dari kacamata seorang Imaginer. Kalii….:D

Kembali ke Laptop…
Bahasa yang digunakan penduduk desa Tanjung Laut ini berbeda dengan Desa-desa lain, mungkin karna memang benar bahwa desa ini baru muncul di Ogan Ilir. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Palembang, walaupun ada sedikit perubahan kata-kata misalnya: Cakmano (Palembang) menjadi Makmano. Mungkin karna keseringan makan cincau kali ya, coz kalo cincau didesa ini disebut Kincau… gkgkggg

Mata pencaharian desa ini mayoritas sebagai Tukang Pandai Besi bagi yang laki-laki dan Tenun Songket bagi yang perempuan, adapun sebagai nelayan, petani dsb.  Bila anda yang belum pernah menginjakkan kaki didesa ini, maka ketika anda akan masuk dari simpang menuju desa Tanjung laut (Simpang: jalan menuju desa sepanjang ± 2km) pertama kali yang akan anda mendengar dari kejauhan adalah suara aduan besi. Ya…itulah masyarakat Tanjung laut yang sedang bekerja sebagai tukang Pandai besi. Kemudian setelah sampai didesa, maka anda akan mendengar suara aduan kayu. Ya…itulah pengrajin tenun songket. Disini, tentu tidak salah jika saya mengatakan bahwa masyarakat desa Tanjung laut merupakan masyarakat yang rajin, ulet dan gigih. Selain daripada itu, masyarakat desa Tanjung laut terkenal dengan kekompakannya. Layaknya bangsa Yunani kuno yang ketika ada musuh dari luar maka mereka akan bersatu. Menurut saya sendiri desa Tanjung laut ini ibarat Tawon, mereka tidak akan mengganggu jika anda tidak mengganggu. Tapi jika diganggu, maka kemanapun anda berlari akan dikejar… :D

Dan bagi anda yang ingin membeli peralatan dari besi yang relative murah dan kualitas terbaik, silahkan datang kedesa Tanjung Laut. Atau anda bisa menghubungi saya di mustaqimsaja@ymail.com
Barang-barang dari besi tersebut maksud saya seperti pisau, parang, arit, pisau karet (pahat), pedang dsb…

Itulah sedikit cerita mengenai desa Tanjung laut, desa yang luar biasa itu adalah desaku…
Demikian terimakasih, salam perang panjang
Tags: