Waspada Merapi, 3 Barak Pengungsian Disiapkan

ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)
Jurnal, Klaten - Sebanyak tiga barak pengungsian telah dipersiapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten,Jawa Tengah menyusul status waspada Gunung Merapi yang telah di tetapkan Bala Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Klaten Joko Rukminto menjelaskan ketiga barak tersebut selanjutnya akan disebar pada tiga lokasi pengungsian yang juga telah dipersiapkan meampung para pengungsia bila erupsi besar Gunung Merapi terjadi.

Ketiga lokasi tersebut tersebar di Desa Menden, Kecamatan Kebonarum, Desa Kebondalem Lor, Kecamatan Prambanan dan Desa Demak Ijo, Kecamatan Karangnongko.

"Ketiga shelter tersebut telah siap digunakan dan dapat menampung para pengungsi, meskipun dengan peralatan pendukung yang terbatas," jelas Joko Rukminto kepada wartawan, di Klaten, Jawa Tengah, Jumat (2/5/2014) malam.

Menurut Joko, seiring dengan kenaikan status Gunung Merapi, pihaknya langsung melakukan pembenahan di lokasi yang akan dijadikan tempat warga mengungsi.

Pembenahaan ini dilakukan agar nantinya saat dipergunakan para pengungsi tidak akan menjadi masalah. Terutama menyangkut MCK.

"Kebutuhan utama di barak pengungsian adalah mandi cuci kakus (MCK), Selain MCK, kebutuhan di barak pengungsian yang kini mulai dipersiapkan adalah tikar serta alas tidur," jelas Joko.

Sementara itu dari pos pengamatan Gunung Merapi di Balarante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, aktifitas merapi terpantau mengalami naik dan turun. Pada hari ini, guguran tercatat terjadi sebanyak tujuh kali. Multiphase sebanyak satu kali. Gempa tektonik juga tercatat sebanyak satu kali dan low frequency tercatat sebanyak dua kali.

Menurut salah satu petugas Pos Pemantauan Gunung Merapi di Balarante, Jainu saat dikonfirmasi lewat telepon mengatakan, dengan posisi tersebut menandakan masih adanya aktivitas aktif di dalam Gunung Merapi.

Meskipun aktivitas tersebut tidaklah sekencang seperti saat status waspada ditetapkan, namun, Gunung tersebut terus beraktivitas. Terbukti dalam radius delapan kilometer sekalipun, warga masih mendengar bunyi dentuman dari dalam Gunung Merapi.

"Kalau tidak ada aktivitas, tidak mungkin terdengar suara dentuman. Suara dentuman dari dalam perut Gunung Merapi ini menandakan kalau ada aktivitas di dalam Gunung Merapi," pungkasnya. (okezone)
Tags: ,