Elektabilitas Prabowo-Hatta Ungguli Jokowi-JK

Pilpres 2014

Jurnal, Jakarta - Lembaga survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) kembali merilis survei terbaru terkait elektabilitas dua kandidat capres-cawapres yang bakal tampil di Pemilihan Presiden (Pilpres) 9 Juli 2014.

Survei membuktikan, elektabilitas Prabowo-Hatta meningkat dari survei sebelumnya, 20-25 Mei. Ketika itu elektabilitas Prabowo 39,28 persen, sedangkan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) 44,72 persen dengan swing voter 16 persen.

Namun, pada survei kali ini, 6-12 Juni, Prabowo-Hatta berhasil menyusul Jokowi-JK dengan perolehan 44,64 persen. Sementara Jokowi-JK hanya 42,79 persen dengan swing voter 12,39 persen.

"Prabowo-Hatta unggul sekira 1,67 persen. Data ini menunjukkan duet Prabowo-Hatta memasuki fase tren positif (naik) sekira 5,36 persen. Sedangkan Jokowi-JK mulai stag dan cenderung masuk fase tren negatif (turun) sekitar 1,75 persen," kata Direktur Puskaptis, Husin Yazid di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Minggu (15/6/2014).

Dia menyebutkan, upaya yang ditunjukkan oleh masing-masing pasangan dari hari ke hari tentu mencerminkan hasil survei tersebut.

Menyangkut alasan warga memilih Prabowo, Husin menyebut ada banyak alasan. Salah satunya, publik menilai sosok Prabowo berkarakter tegas, berwibawa, berani, pekerja keras, berpengalaman, serta figur militer yang masih menjadi harapan ke depan untuk membawa Indonesia maju dengan tingkat.

Sedangkan, alasan warga pilih Jokowi lebih kepada kepribadiannya yang dinilai merakyat, bijaksana, sederhana, rendah hati, punya prestasi, serta didukung visi-misi yang dianggap jelas. "Tidak bisa dibantah, sentuhan pribadi capres dan cawapres ikut mempengaruhi warga memilih," tandasnya.

Survei ini dilakukan dengan mengumpulkan data-data kuantitatif dan kualitatif yang bersumber dari survei pendapat masyarakat dengan instrumen survei. Populasi survei yakni WNI di 33 provinsi, 115 kabupaten/kota yang punya hak pilih pada 9 Juli 2014 dan diambil secara proporsional pada tingkat provinsi.

Responden ditentukan secara random sistematis dengan sampel 2.400 responden. Sampling error plus-minus 1,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Penarikan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling, kemudian responden yang terpilih diwawancarai lewat tatap muka (face to face interview) oleh pewawancara yang telah dilatih. Setiap pewawancara bertugas untuk satu kelurahan yang hanya terdiri dari 10 responden. (okezone)
Tags: ,