Pembayaran Gaji ke-13 Tunggu Instruksi Menteri Keuangan

Ilustrasi

Jurnal, Indralaya - Simpang siur soal pembayaran gaji ke-13 untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS), membuat sejumlah pegawai di Pemkab Ogan Ilir galau. Mereka khawatir gaji ke-13 tidak dibayarkan karena berkembang isu dana tersedot untuk pelaksanaan Pileg dan Pilpres. Merekapun mempertanyakan masalah tersebut.

“Biasanya pada tahun-tahun sebelumnya, memasuki bulan Juni sudah ada informasi bakal menerima gaji ke-13. Namun, entah mengapa pada tahun ini belum terdengar wacana penerimaan gaji ke-13 itu," ujar salah seorang PNS Pemkab OI, Sabtu (7/6/2014) yang tak ingin namanya ditulis.

Senada disampaikan PNS bernama Heny Pujiastuty (45). Ia mengatakan bahwa gaji ke-13 yang selama ini diterimanya cukup membantu untuk biaya keperluan anak sekolah setiap memasuki tahun ajaran baru.

“Memang sekolah gratis, tapi untuk beli seragam sekolah perlu cukup banyak uang yang dikeluarkan," katanya.

Menanggapi hal ini, Wakil Bupati OI, HM Daud Hasyim ketika dikonfirmasikan mengatakan, soal gaji ke-13 itu pasti dibayarkan, karena sudah dianggarkan setiap tahunnya, tinggal teknisnya kapan harus dibayarkan.

“Untuk teknisnya tanyakan kepada Asisten II dan Kabag Keuangan," ungkap HM Daud Hasyim.

Sedangkan Asisten II Pemkab OI Bidang Ekonomi dan Pembangunan Drs Faisal MM didampingi Kabag Keuangan FH M Ambarita SE MSi yang dihubungi secara terpisah mengatakan, untuk pembayaran gaji ke-13 masih harus menunggu Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

“Kalau soal anggaran untuk pembayaran gaji ke-13 , kita sudah siap, karena setiap tahunnya kita anggarkan untuk 13 bulan , hanya saja sampai saat ini belum turunnya Peraturan Menteri Keuangan,” kata Faisal.

Menurutnya, pihaknya meminta kepada seluruh PNS di Pemkab OI untuk bersabar. "Yakinlah gaji ke-13 itu anggarannya sudah ada dan kita siapkan setiap tahunnya, hanya saja kita masih menunggu PMK," terang FHM Ambarita. (sripo)
Tags: ,