Unsri Bina Perajin Anyaman Tikar Purun Desa Tanjung Atap Ogan Ilir

Para perajin tikar purun berfoto bersama pembina dari Unsri Indralaya

Jurnal, Indralaya - Pihak Universitas Sriwijaya (Unsri), melakukan pembinaan terhadap 20 orang perajin anyaman tikar purun di Desa Tanjung Atap Kecamatan Tanjung Batu Ogan Ilir (OI). Pembinaan ini dilatarbelakangi perajin tikar yang hanya mengayam dalam bentuk sama tanpa modifikasi bentuk, warna dan motif lainnya.

Dengan dilakukannya pembinaan didampingi dosen pengabdian masyarakat yang diketuai oleh Eka Mulyana SIP MSi beserta mahasiswa Unsri dari Fakultas Pertanian, diharapkan para pengrajin anyaman tikar purun dapat mengembangkan hasil dari kerajinannya sehingga mampu bersaing dengan pangsa pasar.

“Mudah-mudahan dengan adanya perhatian dari pihak Unsri Indralaya. Diharapkan untuk kedepan para pengrajin anyaman tikar ini dapat menghasilkan produk-produk yang mampu bersaing dengan pangsa pasar, khususnya yang ada di Palembang,” kata Karyani Usuluddin, Minggu (15/6) selaku ketua pembina kelompok kerajinan anyaman tikar purun Desa Tanjung Atap.

Menurutnya, kelompok pengrajin tikar purun yang jumlahnya mencapai 20 orang ini merupakan kelompok awal berkembangnya kerajinan anyaman tikar yang selama ini hanya terbatas pada anyaman tikar saja, namun pada kenyataannya anyaman tikar bisa didesain menjadi Tas, Sendal, Tas Laptop, kotak tisu, kipas, dompet dan ditambah sentuhan sentuhan assesoris lainnya dengan harga yang terjangkau.

Sementara itu, Elly Rosana selaku perwakilan dari Unsri Indralaya mengungkapkan, dengan sentuhan etnik, dalam seni anyaman tikar ini akan mampu meningkatkan pemasaran produk anyaman purun dari Desa Tanjung Atap tersebut. “Mereka saat ini, dibantu beberapa orang mahasiswa Unsri Indralaya maupun para Dosen pembimbing mengenai anyaman yang dilatarbelakangi motif, pewarnaan hingga bentuk desain yang mampu menciptakan hasil karya seperti tas, dompet, sandal dan lain sebagainya,” pungkasnya. (sripo)
Tags: ,