Produksi Ikan Asin Ogan Ilir Meredup

Syarifah ST, Kabid UMKM Disperindagkop Ogan Ilir.

Jurnal, Indralaya - Sebagian besar warga masyarakat Kabupaten Ogan Ilir (OI) selain bermata pencaharian sebagai seorang petani, juga memiliki usaha industri rumah tangga. Seperti kerajinan-kerajinan, industri ikan asin, kerupuk, kemplang, pengrajin tenun songket, pandai besi, anyaman tikar hingga kerajinan emas yang berlokasi di Desa Tanjung Batu Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten OI.

Khususnya, warga masyarakat bumi “caram seguguk” yang bermata pencaharian sebagai pengolah ikan asin saat ini, nyaris sudah ditinggalkan oleh pelaku usaha tersebut, lantaran warga merasa cukup kesulitan untuk memperoleh ikan di sungai yang saat ini memasuki musim kemarau.

“Dulunya Kabupaten OI, banyak produksi ikan asin yang dijual ke Palembang. Namun sekarang sudah mulai redup,” ujar Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Industri dan Perdagangan Pemkab OI, melalui Kabid UMKM Syarifah ST, Rabu (8/10) di ruang kerjanya.

Menurutnya, produksi ikan asin yang sudah mulai redup, selain disebabkan faktor musim kemarau, juga diakibatkan faktor musiman. “Ada daerah-daerah tertentu yang memiliki banyak ikan, seperti Kabupaten Muba. Bisa dikatakan, juga akibat dari faktor musiman, iya saat ini warga masyarakat OI tak lagi menggantungkan hidup dari produksi ikan asin,” tuturnya. (sripo)
Tags: ,