Tiga Perusahaan Hutan Tanaman Industri Peduli Kebakaran Hutan

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel, Nunung Anugra, saat memberikan buku panduan pemadaman kebakaran hutan dan lahan kepada Direktur PT SBA Efendi, Direktur pengendalian kebakaran hutan dan lahan Refles Panjaitan dan Kepala Dinas Kehutan, Rosidi.

Jurnal, Kayuagung -
Tiga perusahaan bergerak di bidang Hutan Tanaman Industri (HTI) yang berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan (Sumsel), membentuk serta memberikan pelatihan kepada tim pemadam kebakaran hutan dan lahan yang diselenggarakan di markas Manggala Agni Daops III OKI, Senin (8/12/2014).

Tiga perusahaan tersebut, PT Sebangun Bumi Andalas (SBA), PT Bumi Mekar Hijau (BMH) dan PT Bumi Andalas Permai (BAP). Ketiga perusahaan ini berkomitmen untuk tahun depan, 2015 akan melakukan pencegahan kebakaran di lahan gambut dan hutan semak belukar.

Untuk itu, pelatihan yang diselenggarakan selama 4 hari dimulai, Senin-Kamis (8-11/12/2014) tersebut‎, bertujuan untuk meminimalisir terjadinya kebakaran hutan dan lahan di tahun 2015 mendatang.

Menurut Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Sumsel Rafles Panjaitan, kebakaran hutan yang terjadi beberapa bulan belakangan ini, karena tidak ada koordinasi yang baik.

"Selama ini kurang koordinasi antara pemerintah, petugas di lapangan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kalau ada titik api bingung ini tanggung jawab siapa, anggarannya kurang dan lainya, sehingga api terus membesar, dengan adanya pelatihan regu pemadam dari perusahaan HTI yang ada di OKI yang dipersiapkan dari sekarang, diharapkan dapat meminimalisir kebakaran hutan di OKI untuk tahun 2015 nanti," kata Rafles.

Kepala Dinas kehutanan OKI Ir H Rosidi mengatakan, kebakaran hutan dan lahan di Sumsel tahun 2014 sangat besar mencapai 80 persen, merupakan kawasan hutan. "Di OKI terdapat sebanyak kurang lebih 700 ribu hektar kawasan hutan, mayoritas lahan gambut yang mudah terbakar, saat musim panas kebakaran hutan di OKI itu pasti terjadi, sekarang bagaimana upaya kita untuk meminimalisir kebakaran hutan itu agar tidak membesar," ujar Rosidi.

Direktur PT SBA sekaligus sebagai Ketua forum CSR Kabupaten OKI, Efendi menegaskan, akan melakukan audit CSR, 75 perusahaan yang ada di OKI, untuk kepentingan penanggualangan kebakaran hutan dan lahan di OKI, agar kebakaran hutan dan lahan di OKI tidak terulang seperti yang terjadi di bulan September - November yang lalu.

"Peran serta perusahaan sangat penting dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Kebakaran bisa ditanggulangi, salah satunya melalui program CSR Perusahaan, oleh sebab itu saya sebagai ketua forum CSR Kabupaten OKI akan menginventarisasi sekaligus mengaudit CSR perusahaan yang ada di OKI. Saat ini tercatat sebanyak 75 perusahaan, perkebunan, perikanan dan kehutanan," kata Efendi. (sripo)
Tags: ,