Gubernur H. Alex Noerdin Terima Imam Masjidil Haram di Griya

Palembang – Kediaman dinas Gubenur Sumsel didatangi tamu istimewa, Imam Masjidil Haram menyempatkan berkunjung di Sumatera Selatan dan disambut Gubernur H. Alex Noerdin, Syekh Adil Al Kalbani Imam dari Masjdil Haram, Syech Ali Jaber Dari Madinah dan Syech Anas Al-Maiman dari Mekkah. Berbincang bersama bsembari menyantap sarapan khas Kota Palembang, Minggu (21/2)
Gubernur H. Alex Noerdin dalam kesempatan ini menyatakan kesedianya membantu Syech Ali Jaber dalam program menyalurkan bantuna Al Quran braile elektronik bagi penyandangan tuna netra, Pemerintah Sumsel menyatakan akan mengaggarkan dana untuk pengadaan Al Quran braile untuk sodara kita yang tuna netra di Sumsel khusunya dan Indonesia pada umunya” jelas Alex Noerdin.
Setidaknya di Indoensia terdapat lebih kurang 3 juta penduduk mengalami tunanetra dan sekitar 85% memeluk Agama Islam, dan 95% merupakan golongan yang tidak mampu. Gubernur berharap, “ Pemerintah tidak ingin keterbatasan para tuna netra menjadi penghalang mereka mempelajari agama Islam lewat membaca dan menghafal Al Quran,” Harapnya.
Alex Noerdin menceritakan, Sumatera Selatan telah membuktikan dengan tindakan nyata dalam mensyiarkan Agama Islam, dengan memerangi musuh islam yaitu kebodohan dan kemiskinan. Sejak menjadi Gubernur Sumsel H. Alex Noerdin menggulirkan program sekolah gratis bagi seleuruh masyarakat Sumsel dan Program Berobat Gratis. Hal ini untuk memerangi kebodohan bagi Seluruh masyarakat  Sumatera Selatan.
Selain itu, Sumsel merupakan daerah yang memiliki asrama haji milih Pemerintah dan sedang dibangun asrama haji dengan memiliki Ka’bah ukuran sebenarnaya untuk masyarakat dapatt menggunakan fasilitas manasik haji, tidak hanya itu Asrama Haji Sumsel dilengkapi dengan hotel syariah dengan suasan timur tenangah dan Mockup Pesawat terbang sebagai sarana sosialisasi bagi masyarakat dalam menggunakan faslitas pesawat terbang.
Sementara itu Syech Ali Jaber Dari Madinah mengapresiasi Gubernur Sumsel bersama pemerintah Sumsel yang telah mendukung program sosial Al Quran Braile bagi tuna netra. Dirinya berharap “kedepan para tunanetra banyak yang bisa memperdalam Agama Islam dengan membaca ayat ayat suci Al-Quran.
Selain itu Sumsel medapatkan kehormatan dengan diberikan kiswah dari Ka’bah yang hanya dimiliki oleh anggota kerajaan Arab Saudi. Kiswah yang berusia 10 tahun dari kerajaan arab ini tidaklah mudah namun untuk gerakan sosial membantu tuna netra oleh Pemerintah Sumsel dijadikan hadiah bagi masyarakat Sumsel
Menurut Syeikh, Kiswah yang akan dilepaskannyamerupakan kain penutup pintu Kakbah. Nilainya bisa mencapai Rp20 miliar. Namun baginya Kiswah itu akan bermanfaat bila semakin banyak tuna netra yang bisa membaca dan menghafal Al Quran.
“Belum ada potongan Kiswah besar di Indonesia. Yang ada selama ini hanya potongan kecil Kiswah,. Sumsel akan jadi yang pertama dan renacanya kiswah tersebut akan diletakan di Mesjid Sriwijaya” Jelasnya.
Tags: ,