Sekda Sumsel Launching Raskin 2015

Palembang - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H Mukti Sulaiman melaunching Peluncuran Penyaluran Raskin 2015 di Gudang Bulog KM 9, Senin (23/2). Dalam launching tersebut, Sekda Sumsel yang didampingi oleh Kepala Dinas Sosial Provisi Sumsel, Apriadi dan Kepala Divisi Regional (Divre) Sumsel dan Babel, Basirun melepas sebanyak 60 ton beras dari total 19.000 ton beras yang diangkut menggunakan 7 truk untuk Kota Palembang, meliputi Kelurahan 35 Ilir, 36 Ilir, 11 Ulu, Talangjambe, serta Sekip Jaya.

“Hari ini kita melaunching Raskin untuk tahun 2015. Ini dilakukan untuk mencegah harga beras di pasar yang mulai merangkak naik bahkan sekarang sudah mulai Rp 8.000 hingga Rp 8.500. Penyaluran Raskin 2015 ini akan sampai ke setiap Kabupaten/Kota yang ada di Sumsel kemudian Kab/Kota akan mengatur dan menyalurkan dimana yang akan diberikan Raskin ini” ucap Sekda.

Lanjutnya, harga beras raskin ini hanya Rp 1.600 dan tidak boleh lebih dari itu. Mari kita semua kontrol penyaluran raskin ini. “Kalau ada persoalan yang ditemui di lapangan, ini adalah tanggung jawab Bupati danWalikota tersebut. Kita akan meminta laporan secara berkala kepada Bupati danWalikota” terangnya.

Disamping itu, dengan adanya beras Raskin pula, kenaikan harga beras itu bisa dikendalikan. Bayangkan jika harga beras itu sampai Rp 10.000. Tentu untuk masyarakat yang perekonomiannya masih rendah, ini sangat memberatkan mereka. 

Sementara itu, Kepala Divisi Regional (Divre) Sumsel dan Babel, Basirun mengatakan tahun 2015 ini, Perum Bulog Sumsel mendistribusikan 19 ribu ton Raskin ke seluruh Kab/Kota yang ada di Sumsel.
“Sebanyak 19 ribu ton Raskin in akan didistribusikan hingga bulan Maret. Untuk jumlah Rumah Tangga Sasaran (RTS) yang menerima raskin pada 2015 ini sebanyak 419 ribu RTS” tutur Basirun.
Selain itu, pihaknya menargetkan untuk tahun 2015 ini, penyerapan mencapai 100 persen dikarenakan Cash and carry dan tidak ada tunggakan.
“ Untuk tahun 2014 yang lalu, penyaluran Raskin Sumsel sebanyak 78.480 juta ton atau 99,9 persen yang tersalurkan. Tersisa 41 ton dari Kabupaten Banyuasin yang belum tersalurkan karena sudah mencapai batas waktu 31 Desember meliputi Kualapuntian, Muara Sugian dan Muara Telang," pungkasnya.
Tags: ,