TOL PALINDRA MASIH TERKENDALA PEMBEBASAN LAHAN

Bupati Ogan Ilir saaat Rapat Pembahasan Jalan Tol Palindra

INDRALAYA OGAN ILIR- Proyek pembangunan jalan Tol Palembang-Indralaya  (Palindra) Ogan Ilir sepanjang 22 KM hingga saat ini masih terkendala dengan pembebasan lahan. Buktinya, hingga saat ini ganti rugi lahan warga yang terkena proyek pembangunan jalan tol ini masih belum tuntas. Untuk itu, Bupati Ogan Ilir Ir H. Mawardi Yahya mengadakan rapat bersama dengan pihak terkait baik itu dari propinsi Sumsel juga dinas yang ada di kabupaten Ogan Ilir dengan  pembahasan untuk menindak lanjuti dan mencari jalan keluar terkait masalah pembebasan lahan. Rapat tersebut  berlangsung di ruang rapat Bupati OI kamis kemarin (12/2 ).

Dalam rapat tersebut terdata dari 614 persil lahan yang terkena proyek dan baru 179 persil yang telah dibebaskan sedangkan selebihnya 435 persil belum diganti rugi.

Rapat yang dilakukan antara tim dari Pemprop. Sumsel yang diketuai oleh Asisten II Ruslan Bahri, juga dari dinas propinsi lainnya yaitu Bappeda, PU Bina Marga, satker PPK, BPN, Tim Pembebasan Lahan dengan Bupati Ogan Ilir Ir H. Mawardi Yahya, Wabub, Sekda, para asisten, dinas PUBM, dan empat camat dari wilayah tang terkena proyek jalan tol, yakni Camat Pemulutan Induk, Pemulutan Barat, Indralaya Induk, Indralaya Utara.

Asisten II Ruslan Bahri mengatakan bahwa saat ini percepatan pembangunan proyek jalan tol Palindra  terus dilakukan dengan berbagai langkah. Namun jalan Tol sepanjang 22 KM, baru 7 KM diselesaikan ganti ruginya, sedangkan 15 KM belum tuntas.

Bupati OI Ir H. Mawardi Yahya mengatakan, pihaknya siap membantu tim dari Propinsi Sumsel untuk melakukan pembebasan lahan yang samapai saat ini belum tuntas. Untuk itu, kepada para Camat dan Kades di Pemulutan Induk, Pemulutan Barat, Indralaya Utara dan Indralaya diberikan waktu 10 hari untuk melakukan temuan dengan warga (pemilik lahan). Bupati juga memerintahkan kepada para Camat dan Kades untuk mengundang langsung pemilik lahan dan biar bliau (Bupati) sendiri yang akan menjelaskannya kepada warga. Selain itu juga, Bupati menghimbau kepada para Camat dan Kades jangan menjadi propokator, justru harus menjadi mediator agar proses pembebasan lahan cepat selesai.

Tags: ,