Warga Bukan Pemilih Diajak Nyoblos Dua Kali

Yunus Heryanto (40), warga Blok Tambangan Rt 07 Rw 02 Desa Ujung Pondok Jaya Kecamatan Widasari Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat, mendatangi kantor Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Ogan Ilir (OI), Jalintim Km 34 Inderalaya-Kayuagung.
Kedatangannya ke kantor Panwaslih OI, bersama warga lainnya didampingi Herman SH, tim advokasi paslon urut 1 Helmy-Muchendi, guna melaporkan adanya dugaan pelanggaran Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten OI yang berlangsung beberapa waktu lalu.
Yunus yang baru enam bulan berdomisili di Desa Mekar Sari Kecamatan Rantau Alai Kabupaten OI mengaku, Rabu pagi (9/12) lalu, ia dibujuk oleh ketua rukun tetangga setempat di Desa Mekar Sari Kecamatan Rantau Alai berinisial JM untuk mencoblos hingga 2 kali di Kecamatan Rantau Ala
Pertama lanjutnya, coblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) nomor 5 Dusun Lebak Siampung Desa Mekar Sari Kecamatan Rantau Alai dan kedua di TPS 5 Desa Rantau Alai.
Uniknya yang melaporkan dugaan kecurangan itu justru si pencoblos sendiri. "Saya melapor ke Panwaslih atas inisiatif sendiri untuk membongkar kecurangan dalam Pilkada ini," ujar Yunus ditemui di Kantor Panwaslih OI, Jumat (11/12).
Ia mengaku datang ke Desa Mekarsari Kecamatan Rantau Alai Kabupaten OI, hanya untuk berkunjung ke tempat kelahirannya itu. Namun, kebetulan sekarang ini tengah berlangsung Pilkada di Ogan Ilir. Kemudian diajak ketua RT di desa itu untuk mencoblos paslon urut 2.
"Saat itu, sudah saya jelaskan, bila saya tidak punya KTP desa setempat tapi tetap saja saya dibujuk untuk mencoblos sampai di 2 tempat. Karena kesal, saya akhirnya mengambil inisiatif melapor ke panwaslih," ujar petani yang sudah memiliki KTP di Indramayu tersebutKetua Panwaslih Ogan Ilir Syamsul Alwi ketika dikonfirmasi, mengungkapkan pihaknya sudah menerima laporan tersebut.
Kemudian, upaya selanjutnya, pihaknya akan melakukan investigasi dan memeriksa beberapa orang saksi terkait dugaan kecurangan pilkada yang di laporkan kuasa hukum dan warga.
"Tentu akan kita lakukan investigasi. Dan kemudian, apabila memenuhi unsur pelanggaran, akan kita koordinasi ke sentra Gakkumdu," kata ketua Panwaslih OI.

Tags: ,