JOGJA MASIH DIANCAM BANJIR DARI LERENG MERAPI/



Hasil gambar untuk BANJIRBgmb/// badan meteorologi klimatologi dan geofisika (bmkg) memperingatkan warga di daerah istimewa yogyakarta agar mewaspadai potensi banjir lahar dingin dan banjir kiriman yang semua berasal dari lereng gunung merapi. Daerah yang rawan adalah kabupaten sleman, kabupaten bantul, dan kota yogyakarta.

Bmkg memperingatkan hal itu karena curah hujan masih tergolong tinggi sampai akhir maret sehingga berpotensi mengalirkan air dalam jumlah besar dari lereng gunung merapi ke tiga daerah sekitar. Curah hujan berkisar 201-400 milimeter atau kategori tinggi di wilayah utara atau lereng merapi dan 151-200 milimeter atau kategori menengah di wilayah bantul. Kata kepala pos klimatologi bmkg yogyakarta, joko budiono, pada selasa, 15 maret 2016//

Selain banjir lahar dingin dan banjir kiriman dari utara, potensi petir dan angin kencang serta pertumbuhan awan cumulonimbus masih berpotensi muncul, sehingga masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan.

Joko menjelaskan, memasuki april maka potensi hujan akan turun dan akan memasuki masa pancaroba pada mei 2016. Potensi bencana akan berubah menjadi kekeringan kala memasuki musim kemarau///
Tags: ,