WAGUB SUMSEL MEMBUKA SIMPOSIUM NASIONAL LINGKUNGAN HIDUP KE 12

Ishak Mekki Resmi Membuka Acara PNLH WLHI ke-12Bgmb////   simposium nasional dalam rangka pertemuan nasional lingkungan hidup (pnlh) walhi ke xii. Sabtu (23/4), di aula utama wisma atlet jakabaring palembang dibuka langsung oleh wakil gubernur sumatera selatan (sumsel) h ishak mekki//

Mangishak menjelaskan, untuk kondisi pemanfaatan kawasan hutan sumsel, untuk hutan produksi diberi izin 1,48 juta ha, realissi tanam hutan tanaman (2014) dari target 0,831 juta ha jadi 0,584 juta ha(70,28%), yang kedua kawasan hutan produksi tetap kelola masyarakat 661.000 ha (38,65%) dan penggunaan kawsan hutan untuk pembangunan di luar kehutanan 13.130 ha.
Lebih lanjut ishak menyampaikan, strategi dalam percepatan penataan batas (sumsel 91%) dan penetapan kawasan hutan (sumsel 74%), penyelesaian konflik kehutana/inclave yang melembaga dan konferensif (sumsel sudah ada tim restorasi gambut bagian intergral brg), lalu pengakuan dan perluasan atas hak kelola rakyat perlunya perda/pergub), penempatan desa sebagai subyek pengelola hutan diawali dari desa peduli api/dpa dan pengeloala tingkat tapak berbasis lanskap sudah terbentuk 19 dari 22 kph sednag diinisiasi badan pengelola lanskap//

Lebih lanjut ishak mengatakan, provinsi sumsel memiliki 17 kabupaten/kota. “dari gambaran eksisting mpa/ktpa desa yang rawan kebakaran yaitu kabupaten, ogan komering ilir (oki), muba, banyuasin dan ogan ilir (oi),jadi itu yang rawan kebakaran yang paling banyak memiliki hotspot tahun 2015. Untuk peluang 5m, sambung ishak, menjalin kerjasama multi stakeholder domestik dan internasional, memperbesar ruang bagi kegiatan perhutanan sosial , merancang program pembayaran jasa ekosistem, meningkat pemberdayaan masyarakat sekitar hutan kegiatan oalh lahan tanpa bakar mendukung ketahanan pangan  membangun kelembagaan kemitraan pengelolaan lanskap//
Tags: ,