Pemkab Ogan Ilir berlakukan bebas Pasung di tahun 2018

Indralaya Radio - orang dengan gangguan jiwa (ODJG) sering kali kurang begitu diperhatikan oleh masyarakat dan terkadang menjadi aib bagi keluarga, namun sejatinya orang dengan gangguan jiwa harus terus di bina, diurusi, dan di obati dengan berkelanjutan atau berkesinambungan. Dinas kesehatan kabupaten Ogan Ilir sendiri terus memberikan kan perhatian kepada warga Ogan Ilir yang tergolong orang dengan gangguan jiwa ini. Dinas kesehatan Ogan Ilir melalui puskesmas yang ada di berbagai kecamatan terus memberikan perhatian lebih bagi orang dengan gangguan jiwa ini dengan melakukan pengawasan dan pengobatan. Banyak dari orang dengan gangguan jiwa ini di pasung dan di kurung serta di isolasi dengan kekhawatiran akan mengganggu dan berkeliaran tanpa terurus.
                                                  
Pemerintah Ogan Ilir dibawah kepemimpinan Bupati Ogan Ilir H. M. Ilyas Panji Alam,  mengeluarkan perbup dan melaunching perbup tentang bebas pasung yang di mulai berlaku di tahun 2018. Launching perbup bebas pasung sendiri dilangsungkan bertepatan dengan acara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-53 tingkat Kabupaten Ogan Ilir yang di langsungkan di lapangan upacara KPT  Tanjung Senai. Hadir pada upacara yang di gelar pada Rabu (22/11)  yakni Bupati Ogan Ilir, H. M. Ilyas Panji Alam beserta Ketua TP PKK Ogan Ilir, Hj. Melly Mustika, Sekda OI, H. Herman, S.H,.M.M, para assisten setda OI, kepala dinas kesehatan Ogan Ilir, dr. Hj. Siska Susanti, serta para anggota forum komunikasi perangkat daerah kab. Ogan Ilir, hadir juga sebagai peserta upacara yakni insan kesehatan dalam kabupaten Ogan Ilir, seperti pegawai puskesmas se-Ogan Ilir, ikatan dokter indonesia Ogan Ilir, ikatan bidan indonesia Ogan Ilir dan tamu lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Ogan Ilir, dr. Hj. Siska Susanti mengatakan pihaknya terus mensosialisasikan agar masyarakat di ogan ilir tidak ada lagi yang di pasung, dan sepanjang 2017 sendiri di ogan ilir ada 12 orang warga ogan ilir yang di tergolong sebagai orang dengan gangguan jiwa, pihak dinas kesehatan sendiri terus mengintruksikan puskesmas dan dengan bantuan camat di ogan ilir agar menjadi pelopor peneraparan perbup bebas pasung 2018. “Orang dengan gangguan jiwa itu di pasung karena biasanya dikhawatirkan mengganggu ketentraman masyarakat, dianggap membahayakan serta di takutkan berkeliaran dan akhirnya dipasung oleh keluarga mereka” katanya
                                 
Terpisah, Camat Tanjung Batu, Azhari Adan menyambut baik dengan adanya perbup tentang bebas pasung tahun 2018, pihak kecamatan sendiri terus membantu dalam mensosialisasikan perbup bebas pasung 2018 ini, Pihaknya sendiri, lanjutnya, menerangkan bahwa di tanjung batu sendiri ada 2 orang yang di pasung. “Kami terus mendukung dan berharap agar tahun 2018 bebas pasung sesuai dengan perbup yang di launching oleh Bupati Ogan Ilir, H. M. Ilyas Panji Alam” Pungkasnya (Gni)


 
Tags: ,