Pertama di Indonesia, Satu Desa Satu Diniyah Di-Launching

LAUNCHING : Gubernur Sumsel, Ir. H. Alex Noerdin, bersama Bupati Ogan Ilir, H. M. Ilyas Panji Alam didampingi Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Sirozi, dan Ketua DPRD Ogan Ilir, Ir. H. Endang PU Ishak saat me-launching program satu desa satu diniyah di Gedung Serbaguna Pemkab OI, Tanjung Senai. (Foto: Goni) 

Indralaya Radio -  Guna mendukung program Nawacita Presiden Joko Widodo tentang pendidikan karakter, Bupati Ogan Ilir mencanangkan dan me-launching program satu desa satu madrasah diniyah.

Launching itu diselenggarakan di gedung serbaguna komplek perkantoran terpadu (KPT) Pemkab Ogan Ilir di Tanjung Senai, senin (8/01/2018). Launching itu ditandai dengan pembukaan tirai serta pemukulan beduk oleh Gubernur Sumsel, Ir. H. Alex Noerdin, didampingi oleh Bupati OI, HM. Ilyas Panji Alam, Ketua DPRD OI, Ir. H. Endang PU Ishak, Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Sirozi, M.A,PhD serta disaksikan oleh para pejabat di lingkungan pemkab OI, serta para Camat, Kelapa desa, serta guru pendidik di madrasah diniyah di OI.

Marwansyah Al Fatih, selaku ketua pelaksana program pendidikan satu desa satu diniyah dalam laporannya menyampaikan dari 241 desa dan kelurahan di Ogan Ilir, sudah ada 221 madrasah di 221 desa tersebut yang sudah komitmen mendukung program ini.

Dalam acara tersebut juga diisi ceramah agama yang disampaikan oleh Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. DR. Sirozi, M. A, PhD, yang menyampaikan ceramah dengan tema pendidikan islam.

Gubernur Sumsel, Ir. H. Alex Noerdin mengatakan bahwa pemerintah provinsi mengapresiasi dan dirinya kagum dengan program yang dilaksanakan pertama di Sumsel bahkan di Indonesia."Kalau untuk gedung saya kira bisa menggunakan gedung SD, yang harus diperhatikan itu tenaga pengajarnya, kalau pengajarnya tidak benar, maka tujuan yang akan kita capai jadi sulit," kata Alex. 

Bupati Ogan Ilir, H. M. Ilyas Panji Alam, mengatakan dalam rangka pendidikan karakter dalam nawacita Presiden Joko Widodo, maka disambut dengan melaunching program ini, dan melihat pengaruh negatif yang ada sekarang sudah cukup memprihatinkan."Mungkin ini yang pertama di Sumsel, bahkan di Indonesia, dan semoga ini ditiru oleh Kabupaten Kota lain, dan kita harap anak SD, SMP, kita bentengi dengan pendidikan agama, untuk materi sendiri kita ramu bekerja sama MUI, tokoh agama, dan untuk pengajar sendiri Kita rekrut dari tokoh masyarakat," jelas Bupati. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ogan Ilir, Islah Qorie, S.Pd,M.Si mengatakan bahwa pihaknya merekrut para tokoh masyarakat guna menjadi pendidik di madrasah, dan untuk gedung madrasah sendiri kepala sekolah telah sepakat untuk digunakan sebagai madrasah diniyah ini."Tidak betul kalau ada kepala sekolah yang menolak, mereka semua setuju, ya kalau masalah kebersihan itu bisa dijaga, setelah dipakai bisa langsung dibersihkan, dan pengajarnya dari mereka para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ada didesa itu, jadi selain ilmu mereka bisa diamalkan, mereka juga punya penghasilan," kata Islah Qorie. 

Ketua MUI Ogan Ilir, KH. Mukhsin Qorie mengatakan pihaknya telah mengeluarkan silabus guna jalannya program satu desa satu madrasah ini, serta isi dari silabus itu dirancang agar menyentuh kepada siswa seperti belajar mengaji, sholat dan ibadah lainnya. (Goni) 
Bupati OI, H.M.Ilyas Panji Alam memukul beduk tanda di launching program satu desa satu diniyah

Tags: ,