Bagikan Stiker dan Bunga, Tolak Politik Uang dan Politik Sara

TANDA TANGAN: Pengendara becak motor (Bentor) saat menandatangani spanduk serta mendapat stiker dan bunga sebagai komitmen menolak politik uang dan politik sara yang digelar oleh panwaslu OI. (Foto: Goni)
Indralaya Radio - Ruas jalan lintas timur, KM. 34, tepatnya didepan komplek KPUD Ogan Ilir mendadak ramai.

Pasalnya puluhan anggota panwaslu dan panwascam Ogan Ilir membagikan stiker dan bunga serta tanda spanduk komitmen menolak politik uang dan politik suku, agama, ras, dan antar golongan (sara) kepada pengendara yang melintas.

Sebelumnya digelar acara deklarasi tolak dan lawan politik uang, politik sara untuk pilkada yang 2018 yang berintegritas di halaman panwaslu Ogan Ilir, rabu, (14/02).

Hadir, Ketua Panwaslu OI, Idris, S.H.I, Ketua KPUD Ogan Ilir, Annahrir, S.Ag, Kapolres Ogan Ilir, AKBP Gazali Ahmad, S.Ik,M.H, perwakilan dari partai politik dan puluhan panwascam, pelajar dan mahasiswa.

Kapolres Ogan Ilir, AKBP Gazali Ahmad,S.Ik,M.H mengatakan bahwa bahwa guna menghindari politik uang hendaknya menjalan aturan yang sudah ada, serta menjalankan aturan itu sebagai amanah dalam proses pilkada 2018.

"Kami mengajak, mari Kita sukseskan pelaksanaan pilkada serentak 2018 dengan aman dan kondusif," ajak Kapolres.

Ketua Panwaslu OI, Idris,S.H.I melalui Anggota Panwaslu Ogan Ilir, Dermawan Iskandar, S.E, mengatakan bahwa deklarasi ini diadakan serentak se Indonesia oleh para elemen pengawas pilkada serentak 2018, guna pencegahan untuk tidak melakukan politik uang dan politik sara.

"Harapannya dapat meminimalisir atau menghilangkan politik uang dan politik sara, kami juga menghimbau kepada peserta pilkada dan timses untuk tidak berkampanye dengan politik uang dan politik sara," kata Dermawan. (Goni)
Tags: ,