Bisnis Sabu Berkedok Usaha Salon Kecantikan

TERTUNDUK LESU: AK tersangka pengedar sabu di salonnya tertunduk lesu saat ditanyai Kepala BNNK Ogan Ilir, AKBP. H. Abdul Rahman, ST saat gelar tersangka dan barang bukti dikantor BNNK OI. (Foto: Goni)
Indralaya Radio - Sepandai -  pandai tupai melompat pasti akan jatuh juga, mungkin pepatah ini tepat diberikan pada Abdul Kudus (42) warga dusun 2, desa Ketapang 2, kecamatan Rantau Panjang, Ogan Ilir.

Mengapa tidak, bisnis jasa salon yang dibukanya dikawasan pasar Tanjung Raja dijadikannya sebagai kedok guna mengedarkan narkoba jenis sabu.

Pria kemayu ini diamankan di salonnya dalam operasi penggerebekan personil Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ogan Ilir, pada selasa pagi, (13/02).

Dari tangan tersangka petugas mengamankan tiga paket kecil sabu, uang sisa hasil penjual senilai Rp. 300 ribu, sebuah HP, dan sebuah bungkus rokok.

Kepala BNNK Ogan Ilir, AKBP Abdul Rahman, ST, dalam gelar tersangka dan barang bukti dikantor BNNK OI, Rabu, (14/02), mengatakan bahwa tersangka AK mendapatkan sebagai pegawai salon dirinya mengedarkan sabu kepada pelanggan salon, dan tersangka memperoleh sabu tersebut dari seorang yang berada di Kabupaten OKI, dan sebagian besar paket sudah laku, hingga tersisa tiga paket kecil.

"Kemungkinan AK ini merupakan jaringan pengedar narkoba di Ogan Ilir, namun hal ini terus kita dalami, dan tersangka sudah cukup lama mengedarkan sabu ini, pengakuan tersangka bahwa awalnya 14 paket dan sudah terjual, sisanya tiga paket kecil ini," kata H. Abdul Rahman.

Dari hasil tes urine, lanjut H. Abdul Rahman, tersanngka positif menggunakan narkoba jenis sabu dan ineks, dan tersangka sendiri harus dikirim ke BNN Provinsi Sumsel guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"AK ini kita jerat dengan pasal 112 dan 114 dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun kurungan penjara," kata H. Abdul Rahman. (Goni)
Tags: ,