BNNK OI - Disdikbud OI Gelar MoU, Berantas Peredaran dan Pecandu Narkoba Sejak Dini

BERANTAS NARKOBA: Foto bersama Kepala BNNK OI, AKBP H. Abdul Rahman, ST (duduk tengah) bersama Kadisdikbud OI, Islah Qorie, S.Pd,M.Si (tiga dari kanan)  bersama kepala sekolah dan guru sesaat setelah diseminasi informasi P4GN dan MoU. (Foto: Goni)
Indralaya Radio - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ogan Ilir, terus melakukan diseminasi informasi guna menyampaikan bahaya dan ancaman bagi penyalahgunaan narkoba.

Seperti yang digelar BNNK Ogan Ilir melalui Sesi pencegahan dan pemberdayaan masyarakat BNNK OI di aula RM PAS, Indralaya, rabu (14/02).

Diseminasi sendiri diikuti oleh seluruh kepala SMP, SD, hingga TK dan Paud yang juga hadir kepala BNNK OI, AKBP. H. Abdul Rahman, ST, dan Kepala Disdikbud OI, Islah Qorie, S.Pd,M.Si.

Pada kesempatan itu juga diadakan penandatanganan kesepakatan (MoU) antara BNNK OI dengan Disdikbud OI dan kepala sekolah se Ogan Ilir tentang pencegahan pemberantasan penyalagunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) di sekolah.

Kepala BNNK OI, AKBP. Abdul Rahman, ST mengatakan sosialisasi ini dilakukan sebagai bahan bagi kepala sekolah dan guru menjelaskan kepada siswa akan bahaya narkoba, karena akhir - akhir ini pecandu berkembang hingga merambah ke pelajar SMA dan SMP, diharapkan dengan adanya sosialisasi ini dapat menekan pecandu narkoba tersebut.

"Tahun 2017 kemaren ada satu anak SMP berumur 13 tahun yang sudah tentu kita prihatin dengan keadaan ini, dan kemungkinan masih banyak lagi yang menjadi pecandu di usia sekolah. Dan tahun 2018, Kita mendapat anggaran dari pemkab Ogan ilir melalui dinas sosial untuk biaya pengantaran pecandu ke panti rehabilitasi, yang mana di tahun 2017 lalu kami usulkan dan disetujui DPRD dan pemkab Ogan Ilir," kata H. Abdul Rahman.

Kepala Disdikbuk OI, Islah Qorie, S.Pd,M.Si mengapresiasi langkah yang dilakukan BNNK OI atas MoU dan penyampaian informasi. Dengan adanya informasi tersebut kepala sekolah dan guru dapat mendeteksi sejak dini anak - anak disekolah yang terindikasi sebagai pecandu narkoba dan diharapkan perkembangan narkoba ditekan sedini mungkin.

"Tahun kemaren ada satu siswa yang direhab, semoga kedepannya tidak ada lagi, juga kami minta kepada kepala sekolah serta guru untuk terus mengamati tingkah laku siswa yang terindikasi sebagai pecandu narkoba dan ketika terjadi perubahan perilaku kearah sana maka ditindaklanjuti, dan harus diberi tindakan secara cepat," kata Islah Qorie.

Kepala SMPN 1 Indralaya Selatan, Fran Tonet, S.Pd,M.Si mengaku pihaknya akan memantau siswanya ketika terjadi perubahan maka akan ditindak lanjuti, serta secara rutin akan menggelar razia barang - barang bawaan siswa guna mencegah peredaran barang haram tersebut.

"Kita dari pihak sekolah sangat mendukung pemberantasan narkoba, karena generasi penerus itu ada disekolah, dan sejauh ini di sekolah kami tidak ada yang terlibat narkoba, dan kita harapkan tidak akan ada," harap Fran Tonet. (Goni)
Tags: ,