BNNK OI MoU dengan Disdik Sumsel, BNNK Siap Tes Urine ke Sekolah

MoU: Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten OI, Andi Kurniawan,S.Sos (Kanan) saat menyerahkan surat kesepakatan kerjasama (MoU) kepada Kasi Kurikulum Bidang SMA, Disdik Provinsi Sumsel, Dr. Arwan, M. Pd. I. (Foto: Goni)
Indralaya Radio -  Guna terus menekan peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ogan Ilir melalui seksi pencegahan dan pemberdayaan masyarakat mengundang para kepala SMA serta SMK se kabupaten Ogan Ilir dalam Diseminasi informasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) melalui sosialisasi / penyuluhan kepada kepala sekolah SMA / SMK se Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (01/02/2018),di aula Rumah makan PAS Indralaya.

Pada kesempatan tersebut diisi oleh nara sumber dari Kepala BNNK OI, AKBP. H. Abdul Rahman, S. H, M. H yang diwakili oleh Kasi Pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, Andi Kurniawan, S. Sos serta dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, yakni Kasi Kurikulum bidang SMA, Dr. Arwan, M. Pd. I, yang ikuti oleh seluruh kepala SMA serta SMK se Ogan Ilir. Selain pemaparan, juga di lakukan penandatanganan kesepakatan atau MoU antara kedua instansi dalam hal pencegahan bahaya narkoba di sekolah.

Kelapa BNNK Ogan Ilir, AKBP. H. Abdul Rahman, S. H,M.H, melalui Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Andi Kurniawan, S. Sos, mengatakan bahwa guna memaksimalkan pencegahan bahaya narkoba pihaknya penggandeng para kepala sekolah dan guru agar terus menggaungkan perang melawan narkoba, serta dapat berperan aktif dalam pencegahan bahaya serta peredaran narkoba.

"Karena sekarang SMA dan SMK dibawah naungan pemprov Sumsel, dan 5629 Aparatur sipil negara (ASN) dan 4000 ASN di OI diantaranya di lingkungan dinas pendidikan baik Kabupaten maupun provinsi, jadi dengan tambahan personil ini, harapan kita dapat mendapat hasil maksimal," kata Andi Kurniawan.

BNNK OI, lanjut Andi, mendapat alokasi mobil operasional untuk tes urine, yang dilengkapi toilet, dan BNNK OI siap mengadakan tes urine di sekolah apabila mendapat informasi dan izin dari pihak sekolah. "Jadi kalau ada siswa yang pantut untuk dilakukan tes urine dengan gejala pengguna narkoba atas rekomendasi sekolah, maka kita siap untuk tes tersebut, dan tahun ini kita mendapat alokasi dari pemkan OI untuk 300 alat tes atau untuk 300 orang dengan total dana Rp. 30 juta," jelas Andi.

Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Widodo, M. Pd, melalui Kasi Kurikulum bidang SMA, Dr. Arwan, M. Pd. I mengatakan bahwa dinas pendidikan mendukung untuk perang terhadap narkoba yang mana pemerintah pusat sendiri menetapkan darurat narkoba, dan pihak dinas pendidikan Sumsel sendiri sejauh ini telah berupaya untuk berperan dalam melawan perederan narkoba di sekolah.

"Kita sudah adakan sosialisasi, serta kita telah buat dalam peraturan dan tata tertib sekolah, dan dari dana bos sendiri memang tidak ada untuk biaya tes urine, namun untuk upaya pencegahan sudah ada misalkan sosialisasi dan kegiatan positif lainnya serta pihak sekolah memfasilitasi BNNK OI ketika akan mengadakan penyuluhan kesekolah-sekolah," tutup Arwan. (Goni)
Tags: ,