Damri Masuk Unsri, SBATI Kirim Surat ke Mentri

BUS MAHASISWA: Puluhan bus berjejer diterminal Unsri Indralaya, dan nampak beberapa orang sopir istirahat usai melakukan aksi demo di kawasan tersebut. (Foto: Goni)
Indralaya Radio - Serikat Buruh Angkutan dan Transportasi Indonesia (SBATI) Provinsi Sumsel yang menaungi para sopir dan kernet bus mahasiswa dengan trayek Palembang - Unsri melakukan aksi demo di terminal angkutan umum Universitas Sriwijaya (Unsri) Indralaya.

Aksi demo sendiri dilakukan di terminal Unsri, Senin pagi (12/02), dengan jumlah peserta aksi sebanyak lebih dari 100 orang sopir dan kernet bus yang setiap hari mengangkut mahasiswa. Aksi dimulai pukul 07.00 hingga 08.00 WIB dan berlangsung damai tanpa anarkis.

SBATI menuntut agar Damri tidak masuk ke kawasan Unsri, dan mengkaji trayek Transmusi karena menurut mereka merupakan angkutan khusus kota Palembang.

Pengurus SBATI juga mengadakan pertemuan dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsri. Meminta dukungan dari BEM atas persoalan yang ada, dan akan mengirimkan surat ke Kementrian Perhubungan RI.

Pendiri SBATI, Ahmad Badaruddin, mengatakan bahwa beberapa hari terakhir pihaknya melihat bus Damri yang masuk kawasan Unsri, padahal Damri sendiri meliki trayek Palembang Indralaya, dan tidak masuk ke kawasan Unsri.

"SBATI hadir pada rapat tanggal 24 januari 2018, di dishub provinsi Sumsel yang dipimpin oleh pak nelson langsung, namun belum menemui kesepakatan, namun ternyata dilapangan ada 12 bus damri masuk ke Unsri," terang Badaruddin.

Dengan masuknya Damri, lanjut Badaruddin, secara otomatis mengurangi jumlah mahasiswa yang menumpang bus pihak SBATI, terlebih lagi sudah lama bus TransMusi (TM) masuk me Unsri Indralaya, padahal Transmusi sendiri angkutan di kota Palembang.

"TM itu angkutan dikota palembang, nyatanya masuk ke Unsri, dan kami juga mempertanyakan mengapa bus SBATI tidak boleh masuk kawasan Unsri Bukit, sedangkan kami bus angkutan mahasiswa, jadi kami hanya ngetem diluar," lanjut Badaruddin.

Badaruddin melanjutkan, bahwa pihak SBATI terus berupaya melakukan perbaikan dan peremajaan terhadap bus-bus yang ada, namun bertahap karena berdasarkan keuangan yang ada pada organisasi. Dan dirinya mengatakan bahwa pihaknya sedang mengurus 40 ijin trayek, namun belum keluar.

"Dari 100 bus anggota kita, bus yang masih jalan sekitar 85 armada, 8 bus baru diperbarui trayeknya, 40 masih diurus, namun anehnya sudah lebih 3 bulan belum keluar, namun sisanya ijin trayek bus tersebut belum habis," kata Badaruddin.

Atas permasalahan ini, tambah Badaruddin, pihaknya melakukan aksi demo diterminal Unsri, menuntut agar Damri tidak masuk kawasan Unsri Indralaya, dan mengkaji ijin dari TM yang masuk ke Unsri padahal angkutan koya Palembang.

"Kami sudah buat surat akan kami kirimkan ke Kementrian Perhubungan RI, meminta agar masalah ini diselesaikan," tutup Badaruddin. (Goni)
Tags: ,