MoU Pertama PPI dengan Ponpes di Negara ASEAN

TANDA TANGAN MoU: Mudir PPI, Drs KH. Mudrik Qori, M. A saat MoU dengan Ma'had Al Wahhidah Al Islamiyah di kantor pusat PPI. (Foto: Goni)
Indralaya Radio - Pondok Pesantren Al Ittifaqiah (PPI) Indralaya mengadakan kesepakatan (MoU) dengan Ekkapap Sasnawich School (Ma'had Al Wahhidah Al Islamiyah), Krabi, Thailand.

MoU yang dilakukan di kantor pusat PPI Kampus A, Senin, (12/02). Kesepakatan kedua Pondok pesantren (Ponpes) antar negara ini sendiri sebagai agenda kunjungan Ponpes yang berlokasi di Krabi, Thailand.


Dari PPI, MoU di lakukan oleh Mudir PPI, Drs. KH. Mudrik Qori,M. A, kemudian Ma'had Al Wahhidah Al Islamiyah, H. Kumaen Luklem.


Ponpes Al Ittifaqiah dengan Ma'had Al Wahhidah Al Islamiyah menyepakati pertukaran pelajar, studi banding, serta pemberian beasiswa. MoU juga disaksikan ketua yayasan Islam Al Ittifaqiah, Drs. H. Syamsul Bahri. HAR, serta Presiden of Krabi Islamic School Assosiation, Takeem Kundee, serta para kepala madrasah dan pengajar PPI.


Mudir Ponpes Al Ittifaqiah, Drs. KH. Mudrik Qori, M.A, mengatakan bahwa dengan MoU dilakukan akan diadakan pertukaran santri, yang mana untuk dinegara kawasan ASEAN baru pertama kali dengan tahap awal nanti PPI akan mengirim 40 santri selama satu bulan.


"Kalo dari Krabi, Thailand kita akan menerima 14 orang santri, baik santri dari Thailand dan PPI, ketika pertukaran pelajar nantinya akan berbaur santri, mengikuti kegiatan di ponpes masing-masing," kata K. H. Mudrik Qori.


Pihak PPI, lanjut KH. Mudrik Qori, memberikan beasiswa kepada 4 orang santri putra dan putri untuk dididik di PPI,yang mana beasiswa sendiri diberikan guna memperkuat program PPI, Rahmatan lil Alamin.


"Kerjasama dengan Ponpes di negara ASEAN ini yang pertama, kita berikan beasiswa bagi anak yatim yang patut dibantu, selain itu juga kita juga pernah pertukaran pelajar ke Jepang," jelas KH. Mudrik Qori.


Pimpinan Ekkapap Sasnawich School (Ma'had Al Wahhidah Al Islamiyah) Krabi, Thailand, H. Kamaen Luklem, didampingi Association of Thai-Indonesian Graduate, Amran bin Ismail mengatakan bahwa di Indonesia baru Ponpes Al Ittifaqiah yang menjadi mitra dalam pertukaran pelajar.


"Kita telah pelajari Al Ittifaqiah, karena menganut mazhab Syafi'i, dan pendidikannya masih sangat kental sekali, dan kita juga akan mengadakan pertukaran pelajar kemudian kita bawa kembali ke Thailand kemudian dikembangkan disana," katanya. (Goni)
Tags: ,