Patut Diteladani, Ponpes Al Ittifaqiah Indralaya Beri Beasiswa Kepada Anak Yatim Palestina

SAMBUT TAMU: Ribuan Santiwati PPI, dan Mudir PPI, KH. Mudrik Qori, M.A (baju merah) saat menyambut kedatangan Syekh DR. Tha'er Sameer Rifai Al-Rosan serta rombongan KNRP Indonesia. (Foto: Goni)
Indralaya Radio - Pondok Pesantren Al Ittifaqiah (PPI) Indralaya, Ogan Ilir menerima kunjungan rombongan safari dakwah dan penggalangan dana Palestina dari Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) di Kampus A, PPI Indralaya, kamis, (22/02).

Rombongan tersebut dipimpin oleh Syekh DR. Tha'er Sameer Rifai al-Rosan dari utusan negara Palestina, selain itu juga didampingi oleh Fahrie Hersi, Lc, Mutarjim KNRP Pusat, Mokhammad Siswandi,  Ketua KNRP Sumsel, Windo Putra Wijaya, ketua Bidang Sosialisasi dan Edukasi ke-Palestina-an KNRP Sumsel, serta dua orang relawan yakni Faisal dan Ibnu.

Kedatangan rombongan ini disambut langsung oleh Mudir Ponpes Al Ittifaqiah Indralaya, Drs. KH. Mudrik Qori, M.A, didampingi oleh wakil mudir 1, Ustad Muhyidin, M.A, serta wamud 2, ustad Joni Rusli, para ustad dan lebih dari dua ribu santiwati serta grup marawis santriwati PPI.

Mudir Pondok pesantren Al Ittifaqiah Indralaya, Drs. KH. Mudrik Qori,M.A mengatakan bahwa Syekh Tha'er sendiri merupakan utusan rakyat Palestina yang difasilitasi oleh KNRP, yang mana meminta dukungan kepada rakyat Indonesia dan Sumsel pada khususnya.

"Keseharian beliau adalah Dosen dan juru dakwah yang mendapat tugas untuk menggalang dukungan, dan Kita dari pihak Al Ittifaqiah menyambut baik karena ini merupakan sebuah kehormatan yang menjadi salah satu pesantren tujuan mereka," kata KH. Mudrik Qori.

Mereka meminta, lanjut KH. Mudrik, kepada pesantren agar membantu mendoakan agar terbebas dari jajahan Israel, serta mereka menghimpun donasi termasuk dari Sumsel.

"Kita sudah mulai kumpulkan donasi dari beberapa hari lalu, baik dari SDM Ponpes, santri dan masyarakat dan rencananya jum'at besok (23/02) akan kita berikan kepada mereka, dan semoga lebih dari sepuluh juta, hingga belasan juta, Insya Allah," kata KH. Mudrik.

Masih kata KH. Mudrik, bahwa pihak Al Ittifaqiah juga menawarkan beasiswa bagi anak - anak Palestina yang yatim untuk dididik di PPI, serta janda yang ditinggal suaminya gugur dalam membela Palestina melawan Israel, yang nantinya diberi pekerjaan sebagai SDM di PPI.

"Setelah Kami tawarkan tadi mereka menyambut baik dan seakan tak menyangka dengan usulan yang disampaikan PPI, untuk tahap awal ditahun ini mungkin 10 anak beserta ibunya yang ditinggal kepala keluarganya, dan akan programkan setiap tahun, yang mana ini juga merupakan kewajiban kita, dan sebagai keprihatinan kita, dan saya rasa PPI cukup mampu merealisasikan program ini, dan semoga kedepan juga ditiru oleh ponpes lain yang ada di Sumsel bahkan di Indonesia, dan semoga menjadi berkah," tutup KH. Mudrik Qori. (Goni)
Tags: ,