Rumah Tak Layak Huni Tersebar di dusun 3 dan 4 Desa Serijabo

MEMPRIHATINKAN: Kondisi rumah M. Ali (50) warga dusun III desa Srijabo, bentuk rumah panggung terbuat dari bahan kayu dengan ukuran 6x4 kondisinya cukup memprihatinkan. (Foto: Kades Serijabo For Indralaya Radio)
Indralaya Radio - Memiliki rumah yang layak adalah hal yang diidamkan  oleh semua orang, tempat bernaung menghabiskan waktu bersama keluarga dan menjalani kehidupan sehari-harinya semua terjadi di rumah.

Namun, hal tersebut belum bisa dirasakan oleh sebagian besar masyarakat desa Serijabo utamanya di Dusun III dan IV karena mayoritas keadaan rumahnya memprihatinkan bahkan ratusan rumah dinyatakan tak layak huni. Hal ini dikatakan kepala desanya Herian yang ditemui pada Rabu (07/02/2018)

Masyarakat Serijabo, lanjut Herian, mayoritas bekerja sebagai petani sawah padi memiliki keterbatasan untuk mewujudkan hunian yang layak. Selain karena keterbatasan masyarakat yang bekerja sebagai petani dan pedagang kecil, masih tingginya angka kemiskinan di desa Serijabo juga menjadi faktor utama banyaknya rumah tidak layak huni. "Tidak hanya satu atau dua rumah, namun hampir ratusan rumah di desa Serijabo masuk kategori tidak layak huni dan kondisinya memprihatinkan," kata Herian.

Kemajuan zaman yang pesat dan tingginya biaya hidup saat ini masyarakat tetap berusaha bertahan meski dengan keterbatasan yang mereka miliki.

"Bantuan dari pemerintah tentunya sangat diharapkan masyarakat untuk meringankan beban dan mewujudkan rumah yang layak huni untuk dibenahi," kata Herian.

Seperti kondisi rumah M. Ali (50) warga dusun III desa Srijabo, bentuk rumah panggung terbuat dari bahan kayu dengan ukuran 6x4 ini, kondisinya memprihatinkan, disinilah tempat berkumpulnya keluarga besarnya dan kala malam hari hanya ditemani lampu teplok sebagai alat penerang karena belum tersentuh penerangan PLN. 

Dari pantauan, kondisi demikian adalah mayoritas yang dilakoni masyarakat dusun III dan IV desa Srijabo Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Ogan Ilir. (Goni)
Tags: ,