Sekali Tujah, Bustoni Tewas Dihabisi Besan dan Menantu

DITANGKAP: Tersangka M. Yamin, (baju orange kanan) bersama tersangka Adriansyah diamankan di Mapolres OI dan ditanya oleh Pelhar Kasat reskrim Polres OI, Iptu Sondi Fraguna, SH (baju putih). (Foto: Goni)
Indralaya Radio - Tragis dialami Bustoni bin Dul Hadi (64) yang merupakan warga dusun 1, desa Tanjung Pering, kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir yang harus meregang nyawa ditangan besan dan menantunya sendiri.

Dipicu motif hutang sebesar Rp. 2 juta, kedua tersangka dengan sebilah pisau bergagang besi menghabisi nyawa korban dengan satu tusukan di dada sebelah kiri.

Tersangka yakni M. Yamin (62) dan Adriansyah (32), keduanya warga Komplek Seduduk putih gang Iskandar muda no. 07, RT. 29 RW. 05, Kelurahan 8 Ilir, kecamatan Ilir Timur II, Palembang.

Ayah dan anak ini menghabisi korban didepan putra bungsunya, M. Zainudin yang tak lain adik ipar tersangka Adriansyah.

Tempat kejadian perkara sendiri berada di teras rumah korban, yang mana korban Bustoni sedang duduk berdua dengan M. Zainudin, selasa, (20/02) pukul 18.30 WIB.

Kemudian datang lah kedua tersangka dengan mengedarai sepeda motor kerumah tersangka, tanpa basa basi, keduanya langsung menyerang korban, Adriansyah yang juga membawa pisau, memukul M. Zainudin dengan kayu dibagian kepala bagian belakang.

Dan tersangka M. Yamin menusuk korban Bustoni dengan pisau lipat bergagang besi di dada sebelah kiri, diduga banyak mengelurkan darah, saat hendak melawan, Bustoni tak kuasa dan tersungkur dihalaman rumahnya yang kemudian dibawah ke RSUD Ogan Ilir, Tanjung Senai.

Namun nyawa Bustoni tak terselamatkan dan meninggal di RSUD Ogan Ilir, Tanjung Senai. "Korban kita bawa kerumah sakit, dirawat sekitar 5 menit, karena luka yang dalam, dan sudah mengenai jantung, jantung korban sudah bocor, kemudian korban meninggal dunia di rumah sakit," terang Kades Tanjung Pering, Agus Salim, dirumah korban usai pemakaman jenazah yang berjarak 50 meter dari rumah korban.

Anak korban yang juga menjadi saksi kejadian tersebut mengatakan bahwa dirinya juga dipukul oleh kakak iparnya di bagian belakang kepala. "Kami lagi duduk diteras, kemudian mereka datang, kami kiro dengan maksud baik, dak taunyo langsung nusuk bak dengan pisau, aku dipukul kakak ipar ku dengan kayu," kata Zainudin sambil menahan tangis.

Setelah kejadian kedua tersangka melarikan diri dari desa Tanjung Pering, mendapati informasi, Satreskrim dan team Serigala Polres OI, melakukan pengejaran, dan menangkap kedua tersangka di depan Polindes desa Tanjung Baru tanpa perlawanan kemudian diamankan di Mapolres OI.

Kapolres OI, AKBP Gazali Ahmad,S.Ik,M.H melalui pelaksana harian Kasat reskrim Polres OI, Iptu Sondi Fraguna,SH dalam press release mengatakan bahwa motif tersangka membunuh karena hutang, yang nama keduanya di tangkap sekitar dua jam setelah kejadian.

"Anak perempuan korban merupakan istri dari tersangka Adriansyah, hutang sendiri sebagai modal korban untuk berkebun cabai di desanya," kata Sondi didampingi Kabag Humas Polres OI, AKP. A. Zainalsyah.

Tersangka sendiri, lanjut Sondi, diamankan sekitar 1 kilometer dari TKP tepatnya di desa Tanjung Baru. Dan mengamankan barang bukti berupa satu buah pisau bergagang besi yang masih belumuran darah, satu pisau bergagang cokelat, serta satu unit sepeda motor dengan nomor polisi BG 4479 NG.

"Tersangka diancam dengan pasal 338 dan 340, dengan ancaman hukuman seumur hidup," kata Sondi.

Tersangka Adriansyah yang tak lain anak menantu korban ketika ditanyai wartawan mengapa tega melakukan pembunuhan ini tidak menjawab dengan panjang lebar, dan tertunduk lesu.

"Aku hanya membelai ayahku," kata Adriansyah yang mengenakan penutup muka. (Goni)
Tags: ,