Komisi III DPRD Ogan Ilir Tinjau Korban Banjir Di Desa Rengas Kecamatan Payaraman

Sonedi Ariansyah, Anggota Komisi III DPRD Ogan Ilir Tinjau Masyarakat Yang Terkena Bencana Banjir
Banjir yang terjadi di Desa Rengas I dan II Kecamatan Payaraman beberapa waktu lalu yang menggenangi 60 rumah kini kondisinya berangsur surut. Kondisi di lapangan sampai hari ke empat pasca banjir, air sudah mulai turun akan tetapi aliran air masih cukup deras sehingga menyebabkan hanyutnya kios milik warga di Desa Rengas I.

Sementara warga yang kemarin rumahnya terendam sekarang sudah mulai membersihkan sisa-sisa banjir dan kondisi masyarakat pasca banjir mengalami gatal-gatal dan penyakit kulit lainnya. Untuk sementara masyarakat Desa Rengas I dan II masih berdiam di rumah masing-masing akan tetapi masih terhambat untuk beraktifitas seperti biasa.

Pada hari pertama banjir di Kecamatan Payaraman, BPBD Ogan Ilir turun ke lapangan melakukan cek lokasi dan mendata korban banjir dan Komisi III DPRD Ogan Ilir juga turun ke lapangan bersama Dinas PUPR Ogan Ilir untuk mengidentifikasi kerusakan infrastruktur akibat banjir yang terjadi di Kecamatan Payaraman. Palang Merah Indonesia Kabupaten Ogan Ilir juga melakukan peninjauan ke lokasi banjir tersebut dalam rangka untuk menidentifikasi kondisi kesehatan dari masyarakat pasca banjir yang terjadi di Kecamatan Payaraman dan Kecamatan Lubuk Keliat.

PMI Ogan Ilir yang didampingi oleh salah satu anggota DPRD Ogan Ilir dari Komisi III Sonedi Ariansyah,S.H,S.Sos.i meninjau kondisi kesehatan masyarakat pasca banjir di Desa Rengas I dan II Kecamatan Payaraman, Jum'at (16/03). Dari hasil di lapangan bahwa PMI Ogan Ilir menemukan adanya indikasi penyakit yang menyerang masyarakat pasca banjir, seperti kutu air dan diare.

Anggota Komisi III DPRD Ogan Ilir dari Fraksi Demokrat, Sonedi Ariansyah,S.H,S.Sos. mendorong Pemerintah Ogan Ilir khususnya instansi terkait agar tetap siaga untuk memonitor keadaan banjir dan pasca banjir di setiap kecamatan pada Kabupaten Ogan Ilir. Sonedi juga menyampaikan bahwa masyarakat masih menunggu bantuan logistik dari berbagai instansi pemerintah yang terkait dan dari berbagai organisasi lainnya.

"Yang terpenting itu adalah bagaimana kita melakukan tindakan siaga darurat bagi msayarakat yang terkena bencana banjir di Kabupaten Ogan Ilir. Kita masih menunggu dari BPBD dan Dinas Sosial bahkan dari Pemerintah Provinsi untuk menyalurkan bantuan logistik bagi masyarakat yang terkena bencana banjir di Bumi Caram Seguguk" Harapnya.

Sementara itu, Kepala Markas PMI Kabupaten Ogan Ilir Muhammad Fadli mengatakan bahwa ketinggian air pada bencana banjir beberapa waktu yang lalu memang mencapai 2 meter, akan tetapi saat ke lapangan kondisi air sudah surut dan pihaknya menemukan bahwa masyarakat mengalami kekurangan air bersih dikarenakan sumur-sumur milik warga tenggelam saat banjir melanda. PMI juga menemukan indikasi penyakit yang akan terjangkit pasca banjir ini adalah penyakit kulit dan gangguan pencernaan karena kurangnya air bersih.

"Alhamdulillah kondisinya sudah berangsur membaik dan hasil dari lapangan kemarin nanti akan kami laporkan kepada Ketua PMI Ogan Ilir dan hasil dari laporan tersebut akan kita tindaklanjuti setelah beberapa hari kemudian. Laporan juga akan kami sampaikan ke PMI Provinsi Sumatera Selatan bahkan ke PMI Pusat melalui posko bencana Palang Merah Indonesia" Ungkapnya.

Tags: ,