Siaga Karhutla, Satgas Siap Dukung Asian Games 2018

PERNYATAAN SIKAP: Perwakilan Manggala Agni saat menandatangani pernyataan sikap mencegah dan memadamkan karhutla pada apel bersama satgas di Mapolres OI disaksikan oleh Kapolres OI, Asisten 2 setda OI, H. Faisal Muhtar (paling kiri), Pabung Kodim 0402 OKI OI, Mayor Ikra W, dan BPBD OI (baju putih tengah). (Foto: Goni)
Polres OI Gelar Apel Bersama Pencegahan dan Pemadaman Karhutla

Indralaya Radio - Meski masih dalam musim hujan, kesiapan dalam mencegah dan memadamkan ketika terjadi kebakaran hutan dan lahan harus terus disiagakan, terlebih Ogan Ilir sebagai kabupaten penyangga dan berdekatan dengan kota Palembang yang nanti akan melangsungkan Asian Games 2018 Agustus nanti, harus didukung pelaksanaannya.

Kesiapsiagaan Polres Ogan Ilir (OI), terlihat pada apel bersama satuan tugas (satgas) pencegahan dan pemadaman karhutla di kabupaten Ogan Ilir, yang digelar di lapangan Mapolres OI, rabu (28/03).

Apel bersama sendiri diikuti oleh personel Polres OI termasuk Bhabinkamtibmas, TNI, Pemadam kebakaran (damkar) OI, BPBD OI, Manggala Agni, perusahaan perkebunan yang ada di OI, dan masyarakat pencinta lingkungan.

Kapolres OI, AKBP Gazali Ahmad, S.Ik,M.H seusai apel mengatakan bahwa apel digelar sebagai tindak lanjut dari koordinasi semua pihak guna kesiapsiagaan mencegah dan memadamkan api jika nanti kebakaran, selain itu juga mengecek sarana yang ada, mulai dari mobil penyemprot air, mesin penyemprot air hingga alat manual.

"Ini ada juga alat tradisional berbentuk sapu yang terbuat dari bambu guna memadamkan api, dan melihat kesiapan alat yang ada sudah sangat baik, baik dari Polres OI, BPBD OI, TNI, Manggala Agni, dan Damkar," kata Gazali Ahmad.

Meski masih musim hujan, lanjut Kapolres, pihaknya tetap siaga, karena di tahun 2018 saja sudah dua kali terjadi kebakaraan lahan, dan dua wilayah ini juga masuk dalam pantauan selain kecamatan lain yang rawan karhutla. 

"Menurut informasi masyarakat, walaupun musim hujan, air memang menggenang dibagian bawah semak, namun daun dan rantingnya kering, ini yang menjadi antisipasi kita," kata Kapolres yang pernah bertugas di Fakfak, Papua Barat.

Untuk embung dan kanal air, kata Gazali Ahmad, dirinya sudah memerintahkan seluruh polsek untuk mendata lagi embung dan kanal air yang sudah dibuat tahun lalu, jangan sampai pada musim kemarau embung dan kanal ini kering.

"BMKG sendiri memprediksi tahun ini hotspot akan lebih banyak dari tahun kemarin, ini yang menjadi fokus kita, terlebih Palembang sebagai tempat diselenggarakannya Asian Gmes pada agustus nanti, tentunya kita tidak mau pelaksanaannya terganggu karena asap dan kebakaran lahan, jadi kami mengajak untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar," tutup Kapolres. (Goni)
Tags: ,