Diberi Waktu 9 Jam, 19 Peserta Ikuti Musabaqoh Maqolah Al-Qur'an

FOKUS : Latsmi, S.KM, peserta kafilah Ogan Ilir, pada ajang MMQ, yang sedang fokus menyelesaikan makalahnya yang nantinya akan dinilai oleh 4 orang dewan hakim. (Foto : Goni)
Gali dari Berbagai Sumber, Berikan Solusi untuk Masalah yang Dihadapi Umat Masa Kini

Indralaya Radio - Cabang Musabaqoh Maqolah Qur'an (MMQ), pada ajang MTQ ke 28 tingkat Provinsi Sumsel tahun 2018 mulai dilombakan.

Mengambil tempat di MTs Negeri Sakatiga, Indralaya, senin (30/04). Yang mana diikuti 19 peserta, yakni 9 peserta putra dan 10 peserta putri. Mereka diberi waktu 9 jam, dimulai dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB untuk menyelesaikan makalah yang nantinya dinilai oleh empat orang dewan hakim.

Ketua dewan hakim MMQ, DR. Idrus Al Kafh,M.A mengatakan, bahwa cabang MMQ ini bertujuan agar menciptakan ilmuan muslim yang benar-benar memahami isi kandungan al-Qur'an, dan mampu menaplikasikan dalam kehidupan nyata.

"Serta bisa mengelaborasi dari ayat al-Qur'an dan solusi, solusi apa saja dari ayat Al-Qur'an, kira-kira solusi apa yang ada dalam Al-Qur'an guna mmenghadapi masalah umat yang sedang update saat ini," kata Dr. Idrus.

Berkaitan dengan setiap kafilah belum mengirim peserta, Dr. Idrus menambahkan, kemungkinan yang menjadi kendala kafilah belum mengirim peserta karena memang cabang MMQ ini salah satu cabang yang tidak mudah karena dituntut intelektualitas, daya pikir dan kemampuan menulis.

"Yang paling penting juga mampu mengelaborasi ayat-ayat al-Qur'an yang tidak semua orang bisa, biasanya setiap pelaksanaan MTQ tingkat provinsi, tidak semua kabupaten mengutus peserta untuk mengikuti cabang ini," kata Dr. Idrus.

Sementara kafilah Ogan Ilir, untuk MMQ putra diwakili oleh Mudrik, mahasiswa Semester 8 STITQI jurusan PAI, dan MMQ Putri, diamanahkan kepada Latsmi, S.KM, yang merupakan alumni Unsri jurusan Kesehatan Masyarakat.

Pelatih MMQ kafilah Ogan Ilir, Agus Jaya, Lc, M.Hum mengatakan, khusus untuk cabang MMQ, kafilah Ogan Ilir tidak mengalami hambatan yang begitu berarti, karena memang mereka telah tergabung dalam komunitas Majelis Pena Kita dengan tujuan agar dapat menciptakan para ulama yang mampu menulis.

"Kami berikhtiar memberikan kontribusi untuk umat, kontribusi dalam memperkenalkan cara menulis dan menyampaikan pesan dalam tulisan. Dan cabang ini memang terhitung baru, namun dirinya berharap Ogan Ilir bisa memberikan sumbangsi yang besar untuk Sumsel pada MTQ tingkat Nasional nantinya," kata Ustad Agus Jaya. (Gon)
Tags: ,