Perlu Ingatan Kuat Untuk Menjadi Seorang Qori Qiro'at Sab'ah

TAMPIL : Rosidah saat tampil dihadapan dewan hakim pada cabang Qiro'at Sab'ah, di masjid Kubro Indralaya. (Foto : Goni)
Rosidah Wakili Kafilah Ogan Ilir Pada Cabang Qiro'at Sab'ah

Indralaya Radio - Di hari kelima, pergelaran MTQ ke 28 Tingkat Provinsi Sumsel tahun 2018 kian semarak. Di setiap arena menjadi perhatian para peserta dan penonton yang hadir.

Seperti yang terlihat di Masjid Kubro Indralaya, (01/05) pada cabang Murottal Qiro'at Sab'ah. Pada cabang membaca Al-Qur'an dengan menggunakan riwayat imam Qiro'at ini diikuti oleh lebih 20 peserta, yakni 10 peserta putra dan 10 peserta putri.

Kyai M. Kartubi, Pelatih cabang Qiro'at Sab'ah untuk kafilah Ogan Ilir mengatakan, di Ogan Ilir sendiri bagi santri yang akan belajar Qiro'at Sab'ah bisa belajar ke Ponpes Al Ittifaqiah.

"Kalau sekiranya mau belajar, menghadap guru terlebih dahulu, kemudian nanti mempelajari kitabnya, kitab khusus Qiro'at. Dan di Ogan Ilir gurunya yakni Ustad A. Royani al-Hafidz dan DR. Hj. Muyasaroh," kata Kyai Kartubi.

Selain kemampuan membaca Al-Qur'an yang baik, untuk menjadi seorang Qori' Qiro'at Sab'ah juga harus memiliki ingatan yang kuat.

"Karena setiap kalimat yang dibaca, beda imam periwayatnya maka beda pula cara membacanya, maka ingatan seorang Qori itu memang harus kuat," jelas Kyai Kartubi. (Gon)
Tags: ,