Jadi Hafidz Qur'an, Harus Memilik Tekad Yang Kuat Dan Rajin Mengulang

HAFIDZOH : Hafidzoh kafilah Ogan Ilir, Zulfa Hurin'in, saat tampil didepan 10 orang dewan hakim pada cabang tahfidz 20 Juz di Masjid Agung An Nur, Tanjung Senai. (Foto : Goni)
Abdul Hamid dan Zulfa Hurin'in Wakili Kafilah Ogan Ilir Cabang Tahfidz 20 Juz

Indralaya Radio - Tekad yang kuat dan rajin mengulang hapalan, dua hal ini adalah sebagai modal untuk menjadi seorang hafidz dan hafidzoh Al - Qur'an. Jika tidak rajin mengulang maka apa yang dihapal akan lupa.

Begitu juga pada cabang tahfidz 20 juz, merupakan salah satu ajang yang menguji hapalan para tahfidz didepan para dewan hakim.

Cabang Tahfidz 20 juz sendiri diikuti oleh 22 peserta, terdiri dari 8 putri dan 14 putra. Bertempat di Masjid Agung An Nur KPT Pemkab OI di Tanjung Senai, Selasa (01/05). Kafilah Ogan Ilir sendiri diwakili oleh Abdul Hamid untuk putra, yang merupakan mahasiswa STITQI, dan Putri diamanahkan kepada Zulfa Hurin'in yang merupakan mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang.

Ketua dewan hakim cabang tahfidz 10 juz dan 20 juz, Lailatul Mukjizat Al Hafidzoh mengatakan, bahwa 5ada tiga item utama yang menjadi perhatian dewan juri untuk dinilai, diantaranya tahfidz (hapalan), fashohah, dan tajwid.

"Porsi poinnya juga terbagi tiga, tahfidz 50 poin, fashohah 25 poin, 25 poinnya tajwid, jadi seluruhnya 100 poin. Dan melihat pada cabang 10 juz kemaren, perkembangannya sudah cukup baik, terlihat dari nilai yang mereka dapatkan, ada peningkatakan dari tahun sebelumnya," kata Ustadzah Laila.

Zainal Abidin Al Hafidz, Pelatih cabang 20 juz kafilah Ogan Ilir mengatakan, untuk menjadi seorang hafidz perlu tekad yang kuat dan mengulang hapalan yang terus menerus.

"Karena ketika hapalan yang ada jarang diulang, maka akan hilang. Selain itu juga harus sering dilatih dengan soal soal, karena ketika menemukan soal yang mutasabihat atau mirip bisa menjawab soal tersebut. Dan di Sumatera Selatan sendiri perkembangan para hafidz dan hafidzoh sudah cukup bagus karena memang sudah banyak pondok pesantren yang menerapkan pembelajaran tahfidz Qur'an dan sudah banyak juga rumah tahfidz," kata Zainal Abidin. (Gon)
Tags: ,