Molor Satu Jam, Latsmi Angkat Pengaruh Garam Pahit Terhadap Hipertensi

PAPARAN : Latsmi, peserta MMQ kafilah Ogan Ilir saat paparan didepan dewan hakim di MTs Negeri Sakatiga. (Foto : Goni)
Final Cabang Musabaqoh Maqolah Al-Qur'an

Indralaya Radio - Ajang MTQ ke 28 tingkat Provinsi Sumsel tahun 2018 memasuki babak akhir. Semua cabang mulai melombakan babak final di arena lomba masing-masing.

Seperti yang dapat dilihat, di MTs Negeri Sakatiga, kamis (03/05) diadakan final cabang lomba Musabaqoh Maqolah Al-Qur'an (MMQ) putra dan putri.

Lomba sempat diundur satu jam, karena kekurangan dewan hakim, karena dari empat dewan hakim yang ada untuk cabang MMQ, dua diantaranya berasal dari dua kabupaten kota yang masuk final, dan sesuai kesepakatan dewan hakim, kabupaten kota yang masuk final maka hakim dari kabupaten kota tersebut tidak menilai.

Latsmi, peserta kafilah Ogan Ilir yang mengikuti final cabang MMQ mengatakan, bahwa makalah yang ditulisnya pada MMQ kali ini mengangkat pengaruh garam pahit terhadap tingkat hipertensi.

"Dari makalah yang kami tulis, menawarkan dua solusi, diantaranya menggunakan garam saat makanan akan disantap, dengan cara ditabur, dan itupun tidak lebih dari satu sendok teh dalam sehari, dan ini menjadi peran ibu di rumah tangga, selain itu juga stakeholder lainnya yang juga harus berperan," kata Latsmi.

Sementara itu, Mudrik, yang juga masuk final pada cabang MMQ mengatakan, bahwa dirinya mengangkat tema revolusi mental, dimana dirinya menyoroti maraknya hoax di media online dan media sosial dan hal ini menjadi perhatiannya untuk mencoba memberikan solusi.

"Solusi yang kami tawarkan disini ada tiga, Identification, mengidensifikasi berita dan konten di media sosial apakah tergolong hoax atau tidak, kemudian selection, disini berita dan konten yang ada bisa di pilih terlebih dahulu sebelum di tampilkan, dan Aplication, yakni kita butuh aplikasi yang dapat menyaring berita hoax dan konten media sosial tersebut, dan ini sudah dikembangkan di ITB," papar Mudrik. (Gon)
Tags: ,