Dengar Pengumuman dari Pengeras Suara Masjid, Warga Antusias Ikuti Rekam Cetak E-KTP

ANTUSIAS : Ratusan warga kecamatan Rantau Alai yang antusias memadati halaman rumah kades Lebung Bandung, Musni, guna mengikuti program rekam cetak E-KTP yang merupakan program jemput bola Disdukcapil OI. (Foto : Goni)

800 Wajib KTP Belum Rekam, Warga Padati Lokasi Rekam Cetak E-KTP

Indralaya Radio - Dinas Kependudukan dan pencatatan sipil (Disdukcapil) Ogan Ilir terus melakukan perekaman data KTP Elektronik ke desa-desa se kabupaten Ogan Ilir, hal ini dilakukan guna menyelesaikan data warga yang diserah oleh Ditjen Kependudukan Kemendagri sebanyak 19.000 warga Ogan Ilir yang sudah cukup umur 17 tahun.

Disdukcapil OI terus melakukan perekaman data E-KTP dan cetak KTP langsung di tempat, kegiatan rekam cetak ini dilakukan ke desa-desa se kabupaten Ogan Ilir. Selain rekam cetak ke desa-desa, Disdukcapil juga melakukan rekam data KTP ke SMA se Ogan Ilir.

Hal ini seperti terlihat di desa Lebung Bandung, kecamatan Rantau Alai, di rumah kepala desa, Musni, Selasa (13/11). Sejak pagi, warga sudah ramai guna rekam cetak, dan memperbaiki KTP mereka yang rusak.

Sementara itu, camat Rantau Alai, Suryadi, S.Sos saat memonitoring jalannya rekam cetak E-KTP harus menjadwal ulang untuk siswa SMKN 1 Rantau Alai, dan SMAN 1 Rantau Alai karena warga yang membludak karena antusias warga guna mengurus adminduk.

Kepala Dinas kependudukan dan pencatatan sipil Ogan Ilir, Akhmad Lutfi, S.Sos, M.Si melalui Kabid kependudukan, Fitria Gustina, S.Kom,M.M mengatakan bahwa dari 19.000 data wajib KTP yang diberikan Ditjen Kependudukan, sudah lebih dari 10.000 data wajib KTP yang direkam.

"Sisanya 8.000 wajib KTP, dan kita targetkan Desember 2018 selesai, jadi kita jemput bola dengan rekam turun ke desa-desa, dari rekaman ke desa ini antusias warga sangat tinggi," katanya.

Kecamatan Rantau Alai, lanjutnya, ada sekitar lebih dari 800 wajib KTP yang belum rekam KTP, termasuk pemilih pemula yang mana 17 april nanti sudah cukup 17 tahun. "Kalau pelayanan mobile ke desa-desa hanya melayani rekam dan cetak KTP, sedangkan untuk pelayanan akte kelahiran dan kartu keluarga tetap dilaksanakan di kantor, karena ada data yang harus diverifikasi," lanjut Fitria.

Dirinya menghimbau kepada warga Ogan Ilir agar dapat mengurusi KTP Elektronik di kantor camat atau Disdukcapil OI, dan menjelaskan bahwa KTP yang tertera tanggal masa berlaku tidak perlu lagi cetak ulang, karena berlaku seumur hidup.

"Kami mengajak masyarakat untuk mengurus KTP Elektronik di kantor camat atau kantor Disdukcapil OI, atau ketika ada pelayanan rekam cetak KTP di desa, dan pelayanannya gratis," tutupnya.

Camat Rantau Alai, Suryadi,S.Sos mengatakan bahwa warganya belum rekam KTP diperkirakan sekitar 900 wajib KTP, dan operator kecamatan terus mengadakan rekam data KTP ke desa-desa.

"Kami bersyukur, antusias warga tinggi sekali untuk mengurus KTP, sehingga warga membludak, jadi kami jadwal ulang untuk SMKN 1 Rantau Alai pada hari kamis nanti, dan SMAN 1 Rantau Alai dihari berikutnya, diharapkan 900 wajib KTP di kecamatan Rantau Alai selesai terekam data E-KTP mereka," katanya.
Seorang warga sedang melakukan rekam data KTP dibantu Operator, sementara Camat Rantau Alai, Suryadi, S.Sos memantau jalannya rekam cetak E-KTP.
Sairoh (52), warga desa Lebung Bandung, mengaku senang dengan adanya pihak disdukcapil OI yang melakukan rekam cetak KTP Elektronik, dirinya mendaparkan informasi dari pemerintah desa.

"Pagi tadi, dengar dari pengeras suara di Masjid, kalau nak ado pengurusn KTP, uji wong, harus KTP Eleektronik nian, jadi ibu datang kesini hari ini, selain itu gune KTP ini banyak nian, baik nak ngurusi kau ado bantuan dan ngurusi hal-hal lainnye," ujarnya. (Gon)
Tags: ,